Penyaluran MBG dari SPPG di IPB Dikelola Yayasan Profesional Milik BLST

- Rektor IPB menegaskan operasional program Makan Bergizi Gratis dijalankan oleh yayasan profesional milik PT BLST, bukan menggunakan sumber daya akademik kampus.
- IPB University berperan sebagai Center of Excellence Pemenuhan Gizi Nasional dengan fokus pada riset, pengembangan standar mutu, dan peningkatan kapasitas.
- PT BLST melalui yayasannya membangun ekosistem agribisnis terintegrasi yang melibatkan petani, peternak, serta UMKM lokal untuk memperkuat rantai pasok pangan.
Bogor, IDN Times – Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, mengatakan, pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan operasional penyaluran makanan ke sekolah-sekolah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di IPB tidak menggunakan sumber daya akademik kampus, melainkan melalui entitas bisnis yang terpisah.
Alim mengatakan, penyaluran makanan ke sekolah-sekolah dalam program MBG merupakan ranah operasional PT Bogor Life Science and Technology (BLST). PT BLST merupakan holding company milik IPB. Kemudian, PT BLST membentuk sebuah yayasan khusus yang dikelola secara profesional untuk menangani SPPG tersebut.
"Iya betul, PT BLST membangun melalui yayasan yang dibentuknya secara profesional dan membantu menyalurkan ke sekolah," kata Alim kepada IDN Times, Senin (11/5/2026).
1. Entitas hukum terpisah dari IPB University

Alim mengatakan, yayasan yang mengelola dapur MBG merupakan bagian dari PT BLST yang secara hukum merupakan entitas terpisah dari IPB University sebagai lembaga pendidikan.
"Sejak awal, rencana tata kelola ini dirancang agar pembangunan fasilitas dilakukan di luar area kampus dan tidak menyentuh sumber daya akademik," kata dia.
Hal ini, ujar Alim, bertujuan untuk memastikan tidak ada kepentingan akademik atau anggaran pendidikan yang terganggu oleh kegiatan operasional tersebut.
2. IPB University fokus sebagai center of excellence (CoE)

Meski tidak terjun ke teknis dapur, kata Alim, IPB University mengambil peran strategis sebagai penggagas Center of Excellence (CoE) Pemenuhan Gizi Nasional.
Dia mengatakan, fokus kampus adalah pada ranah riset, kajian akademik, pengembangan standar mutu, hingga peningkatan kapasitas (capacity building).
"IPB University sebagai lembaga pendidikan tidak masuk ke operasional dapur. Intinya IPB University fokus ke CoE Pemenuhan Gizi Nasional melalui berbagai kegiatan riset dan inovasi," ujar dia.
3. Bangun ekosistem hulu-hilir dan rantai pasok pangan

Direktur PT BLST, Luhur Budijarso, mengatakan, model bisnis SPPG yang dijalankan melalui yayasannya bukan sekadar mengejar keuntungan operasional.
Fokus utamanya adalah membangun ekosistem agribisnis dan rantai pasok (value chain) yang terintegrasi. Langkah ini melibatkan kerja sama dengan petani, peternak, dan UMKM lokal di wilayah sasaran, seperti Kecamatan Ciampea dan Sukajaya.
"Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan makanan bergizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi kerakyatan di sekitar lokasi SPPG," kata dia.


















