Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

DKI dan Kota Besar Kerap Banjir, Prabowo Bentuk Tim Kaji Saluran Air

Ilustrasi banjir (IDN Times/Rochmanudin)
Ilustrasi banjir (IDN Times/Rochmanudin)
Intinya sih...
  • Permasalahan banjir merupakan isu tahunan yang berulang, memerlukan penanganan terintegrasi dari hulu hingga ke hilir dan melibatkan lintas sektor.
  • Penurunan jumlah daerah tangkap air di wilayah Jabodetabek memperparah keadaan banjir, pemerintah menginstruksikan tim gabungan untuk bekerja cepat.
  • Pemerintah pusat telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, BNPB, dan BMKG serta memperkuat operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi tingginya curah hujan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) serta sejumlah daerah di Pulau Jawa diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama sepekan terakhir. Kondisi cuaca ekstrem ini memicu genangan air di berbagai titik di Ibu Kota dan kota besar lain, sehingga menghambat aktivitas masyarakat.

Merespons situasi tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus kepada jajarannya untuk segera membenahi tata kelola air secara menyeluruh.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo terus memantau perkembangan situasi banjir di Tanah Air meski sedang melakukan kunjungan kerja di luar negeri. Presiden memerintahkan pembentukan tim kajian buat merancang desain besar (grand design) pengelolaan air, khususnya di Pulau Jawa.

“Bapak Presiden memerintahkan kepada kami untuk secepat-cepatnya membentuk tim kajian untuk mencoba menganalisa dan kemudian membuat grand design penyelesaian masalah yang berkenaan dengan pengelolaan air, khususnya di Pulau Jawa,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/1/2026).

1. Permasalah banjir merupakan isu tahunan yang berulang

IMG-20251022-WA0030.jpg
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Prasetyo menambahkan, permasalahan banjir merupakan isu tahunan yang terus berulang. Oleh karena itu, penanganannya tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dari hulu hingga ke hilir dan melibatkan lintas sektor.

Salah satu dampak signifikan dari cuaca ekstrem kali ini terlihat pada sektor transportasi. Prasetyo menyebutkan laporan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang mencatat adanya gangguan pada jalur rel akibat genangan air.

“Sesuai laporan Dirut PT KAI, dalam waktu satu minggu terakhir ada 16 titik, yang sekarang bertambah menjadi 17 titik genangan di jalur rel kereta api. Bahkan, ada satu titik yang selama ini belum pernah terjadi genangan, kini muncul dan mengganggu pelayanan kereta api,” kata dia.

2. Ada penurunan jumlah daerah tangkap air

WhatsApp Image 2025-10-22 at 15.39.55.jpeg
Prasetyo Hadi, Mensesneg, Menteri Sekretaris Negara

Pemerintah menyadari, banjir tidak semata-mata disebabkan oleh faktor cuaca atau tingginya curah hujan.. Prasetyo menyoroti adanya faktor perubahan tata ruang dan pendangkalan daerah aliran sungai yang memperparah keadaan.

Data pemerintah menunjukkan adanya penurunan drastis jumlah situ atau danau di wilayah Jabodetabek yang berfungsi sebagai reservoir atau daerah tangkapan air.

“Wilayah Jabodetabek dulunya memiliki kurang lebih 1.000 situ, danau, atau telaga. Namun, menurut data terakhir, saat ini hanya tersisa sekitar 200 situ. Ini tentunya menjadi perhatian kita bersama,” kata dia.

Untuk mengatasi masalah ini, Presiden menginstruksikan tim gabungan yang terdiri dari Bappenas, Kemenko Infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian ATR/BPN, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, serta Kementerian Dalam Negeri untuk bekerja cepat. Tim ini juga akan melibatkan otorita pengelola Pantai Utara Jawa yang tengah mempersiapkan proyek Giant Sea Wall.

3. Langkah jangka pendek dan permohonan maaf dari Istana

IMG-20251022-WA0029.jpg
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Sebagai respons cepat terhadap kondisi saat ini, pemerintah pusat telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah taktis yang diambil antara lain memperkuat operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) di wilayah Jabodetabek.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang terdampak. Kami telah berkoordinasi untuk memperkuat operasi modifikasi cuaca dengan harapan bisa mengurangi tingginya curah hujan yang saat ini memasuki puncaknya hingga akhir Januari,” jelas Prasetyo.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Latest in News

See More

Luncurkan Dewan Perdamaian, Trump Klaim Berhasil Damaikan Perang

22 Jan 2026, 18:43 WIBNews