Comscore Tracker

Kemenhub Lakukan Upaya Hadapi Lonjakan Arus Lalu Lintas di Masa Libur Nataru

Terutama kawasan di Puncak, Bogor

Bogor, IDN Times - Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Pengaturan Lalu Lintas di Kawasan Puncak pada Masa Angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Mapolres Kabupaten Bogor, Rabu (18/12). 

Kegiatan tersebut untuk mempersiapkan masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang pastinya akan menimbulkan lonjakan arus lalu lintas, khususnya di kawasan Puncak, Bogor.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, yang memimpin rapat tersebut mengatakan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan mengoordinasikan kesiapan antarinstansi terkait dalam menghadapi melonjaknya arus lalu lintas kendaraan di kawasan Puncak pada masa libur Nataru khususnya pada malam pergantian tahun.

"Pada malam Tahun Baru diperkirakan akan terjadi lonjakan jumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang menuju kawasan Puncak rata-rata di atas 30.000 kendaraan per hari," ujar Kasatlantas Polres Bogor, AKP Fadli Amri, dalam rapat yang juga dihadiri Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Balai Jalan VI Kementerian PUPR, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor. 

1. Car Free Night akan dilaksanakan untuk mencegah terjadinya kemacetan lalu lintas ke arah Puncak

Kemenhub Lakukan Upaya Hadapi Lonjakan Arus Lalu Lintas di Masa Libur NataruIDN Times/Kemenhub

Fadli menambahkan, untuk mencegah terjadinya kemacetan lalu lintas ke arah Puncak, akan dilaksanakan Car Free Night mulai 31 Desember 2019 pukul 18.00 WIB sampai 1 Januari 2020 pukul 06.00 WIB. penutupan dilakukan di Interchange Gadog (Pos 1 Bandung) dan SPBU Patung Ayam. 

Sebelum dilaksanakan Car Free Night, diberlakukan One Way ke arah Puncak mulai tanggal 31 Desember 2019 pukul 07.00 WIB hingga 12.30 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan arus lalu lintas 2 arah pada pukul 12.30 WIB-18.00 WIB, dan dilanjutkan lagi dengan Car Free Night.

Pada 1 Januari 2020 setelah pukul 06.00 WIB, diberlakukan One Way ke arah Puncak selama 1-2 jam, kemudian 2 arah sampai dengan pukul 13.00 WIB. Setelah itu diberlakukan One Way ke arah Jakarta mulai pukul 13.00 WIB sampai dengan arus lalu lintas kembali normal.

2. Ini skenario pengalihan arus lalu lintas pada 31 Desember 2019

Kemenhub Lakukan Upaya Hadapi Lonjakan Arus Lalu Lintas di Masa Libur NataruIDN Times/Kemenhub

Skenario pengalihan arus lalu lintas pada 31 Desember 2019 sebagai berikut.

- Exit Cibubur (Cibubur-Cileungsi-Jonggol-Cariu-Cikalong/Cianjur).

- Interchange Bogor (GT Bogor-Jl Pajajaran-Jl Tajur-Sp Ciawi-Sukabumi).

- Interchange 1B (Bocimi-Cigombong-Cicurug-Parung Kuda-Cibadak-Sukabumi-Cianjur)

Di sinilah perlunya koordinasi antarinstansi. Pada 31 Desember 2019 Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor akan menyiapkan empat free shuttle bus dari Simpang Gadog hingga ke Taman Safari untuk mengakomodasi pengunjung yang akan merayakan malam tahun baru di kawasan Puncak, tapi sudah memasuki periode Car Free Night.

Kepala BPTJ, Bambang Prihartono, yang turut hadir pada rapat koordinasi menyampaikan, sama seperti Pemkab Bogor, pihaknya juga akan menyiapkan shuttle bus bagi masyarakat dari Simpang Gadog hingga ke Taman Safari pada saat pemberlakuan Car Free Night.

3. Tim gabungan melakukan ramcheck bus di Km 45 Ciawi

Kemenhub Lakukan Upaya Hadapi Lonjakan Arus Lalu Lintas di Masa Libur NataruIDN Times/Kemenhub

Setelah rapat di Mapolres Bogor, Dirjen Hubdat Budi beserta jajaran bergerak menuju Rest Area Km 45 Ciawi. Di tempat itu dilakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramcheck) bus pariwisata oleh tim gabungan antara Dishub Kabupaten Bogor, Satlantas Polres Bogor, dan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub.

Sejumlah kendaraan bus pariwisata diperiksa surat-suratnya dan juga kelaikan fisik kendaraannya. Pada kesempatan tersebut didapati sebuah bus yang bannya gundul sehingga terpaksa dikandangkan untuk kemudian diganti bannya sebelum melanjutkan perjalanan.

Selain itu, ada pula kendaraan bus yang dinyatakan tidak laik jalan karena rem tangan tidak berfungsi serta STNK mati.

"Kendaraan ini rem tangannya tidak berfungsi, mengangkut rombongan yang tujuannya ke Pelabuhan Ratu, Sukabumi. STNK-nya juga mati. Perusahaannya sebenarnya bukan perusahaan kecil. Kebangetan ini," ujar Dirjen Budi.

4. Kemenhub beserta instansi terkait akan melakukan pengawasan ketat pada bus pariwisata dan reguler

Kemenhub Lakukan Upaya Hadapi Lonjakan Arus Lalu Lintas di Masa Libur NataruIDN Times/Kemenhub

Dirjen Budi menegaskan kepada para pengusaha angkutan pariwisata dan operator untuk meningkatkan aspek keselamatan kendaraan, baik surat-suratnya, kartu pengawasan, STNK, maupun buku KIR-nya.

"Berikutnya adalah menyangkut masalah fisik kendaraannya, cek remnya, cek bannya," tambahnya.

Dirjen Budi mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan jajaran Kepolisian, Dishub Provinsi, Dishub Kabupaten/Kota, BPTJ, dan BPTD untuk bersama-sama melakukan pengawasan yang ketat pada bus pariwisata terutama dan juga bus reguler.

5. Kemenhub telah menyusun Sistem Manajemen Keselamatan bagi perusahaan angkutan untuk dipatuhi

Kemenhub Lakukan Upaya Hadapi Lonjakan Arus Lalu Lintas di Masa Libur NataruIDN Times/Kemenhub

Menurut Dirjen Budi, kendaraan yang tidak laik jalan tersebut tidak boleh melanjutkan perjalanan. Menanggapi hal ini, pengemudi bus sempat khawatir akan kelanjutan perjalanan para penumpang busnya.

Ditjen Perhubungan Darat telah menyiapkan bus cadangan pengganti untuk mengantar rombongan penumpang bus yang tidak laik jalan tersebut.

"Tadi saya tanya ke pengemudi, tau enggak jalan ke Sukabumi bagaimana, bahaya kan kalau enggak ada rem tangan? Kenapa nekat berangkat? Dia bilang diminta perusahaan tetap berangkat. Jadi, ini tidak boleh jalan, nanti kami siapkan kendaraan bus pengganti untuk mengangkut penumpang agar tetap dapat melanjutkan perjalanan sampai ke tujuan," ungkap Dirjen Budi.

Ia pun mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun Sistem Manajemen Keselamatan bagi perusahaan angkutan, seharusnya para pengusaha angkutan mematuhinya.

Topic:

  • Marwan Fitranansya

Berita Terkini Lainnya