Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Erupsi Gunung Semeru, 8 Orang Terjebak di Kantor Pemilik Tambang

Gunung Semeru meletus (dok. BNPB)

Jakarta, IDN Times - Wakil Bupati Lumajang, Jawa Timur, Indah Amperawati mengatakan saat ini ada delapan orang terjebak di kantor pemilik tambang di Desa Sumberwuluh akibat erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021). Hingga saat ini pihaknya masih kesulitan menghubungi mereka.

"Kami gak bisa menghubungi karena hp-nya gak bisa dihubungi," kata Indah dalam konferensi pers virtual.

1. Korban terjebak masih sulit dievakuasi

Gunung Semeru meletus (dok. PVMBG)

Tak hanya kesulitan menghubungi, Indah mengatakan pihaknya juga kesulitan mengevakuasi delapan orang tersebut. Sebab, lahar panas sudah mencapai lokasi mereka terjebak.

"Tadi sore sempat mengirimkan video minta tolong untuk bisa dibantu, tapi petugas dan teman relawan dari BPBD gak bisa mengevakuasi karena lahar panas sudah di sana. Kami menunggu surut, mudah-mudahan mereka masih selamat," ujarnya.

2. Ada dua orang hilang di Sumberwuluh

Gunung Semeru meletus (dok. BNPB)

Selain itu, Indah mengatakan ada dua orang hilang. Ia berharap keduanya bisa segera ditemukan.

"Di desa Sumberwuluh itu area tambang itu ada dua orang hilang sampai sekarang belum bisa ditemukan," jelasnya.

3. BNPB sudah kirim Tim Reaksi Cepat

Presiden Joko "Jokowi" Widodo melantik Mayjen TNI Suharyanto sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (17/11/2021). (youtube.com/Sekretariat Presiden)

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengklaim pihaknya bergerak cepat dalam menangani bencana erupsi Gunung Semeru. Salah satu langkahnya adalah dengan mengirim Tim Reaksi Cepat ke lokasi bencana.

"Dari BNPB sudah mengirimkan tim reaksi cepat untuk mendampingi BPBD Kabupaten Lumajang dan Provinsi Jawa Timur yang bergerak bersama unsur dari Kementerian Kesehatan, malam ini bergerak lewat darat dan bawa logistik antara lain selimut, terpal, makanan siap saji, matras, dan logistik dasar lainnya," ujar Suharyanto.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aryodamar
EditorAryodamar
Follow Us