Comscore Tracker

Doa agar Terhindar dari Gangguan Orang Jahat

Sebaiknya didoakan agar mendapat hidayah dari Allah SWT

Jakarta, IDN Times – Dalam hidup ini, kita tidak bisa selalu memastikan orang lain untuk menyukai kita. Ada kalanya kita akan dihadapkan dengan orang-orang yang tidak menyukai bahkan bersikap jahat kepada kita.

Cara terbaik untuk menyikapi orang yang jahat terhadap kita tidak perlu dilakukan dengan membalas perbuatan jahatnya. Tetapi justru kita dianjurkan untuk berdoa, terutama doa agar selamat dan terhindar dari gangguan orang jahat tersebut.

Rasulullah pernah bersabda mengenai doa yang merupakan permohonan kepada Allah SWT agar kita terlindung dari gangguan orang-orang yang jahat, sebagaimana tercantum dalam hadis riwayat berikut:

    أَلَا أُعَلِّمُكَ الْكَلِمَاتِ الَّتِي تَكَلَّمَ بِهَا مُوسَى صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ حِينَ جَاوَزَ الْبَحْرَ بِبَنِي إِسْرَائِيلَ؟ فَقُلْنَا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: قُولُوا: اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ وَإِلَيْكَ الْمُشْتَكَى، وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ.   

Artinya: “Maukah kamu kuajari tentang kalimat-kalimat yang dibaca oleh Musa AS ketika ia melintasi lautan bersama Bani Israil? Kami menjawab, tentu, ya Rasulullah. Kemudian Rasul menjawab: “Bacalah allâhumma lakal hamdu wailaikal musytaka, wa antal musta’ân, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil adzîmi. (ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, hanya kepada-Mu Dzat yang dimintai pertolongan. Tidak ada kekuatan untuk menjalankan sebuah ketaatan dan menghindari kemaksiatan kecuali pertolongan Allah yang maha Agung).” (HR. A’masy dari Syaqiq dari Abdullah bin Mas’ud.)

1. Bacaan doa agar selamat dari gangguan orang jahat

Doa agar Terhindar dari Gangguan Orang JahatIlustrasi penganiayaan (IDN Times/Sukma Sakti)

Seperti dilansir dari laman jatim.nu.or.id, berdasarkan sabda Rasulullah SAW pada hadis riwayat, maka bacaan doa untuk memohon perlindungan agar selamat dari gangguan orang yang jahat pada kita adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ وَإِلَيْكَ الْمُشْتَكَى، وَأَنْتَ الْمُسْتَعَانُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ

Allâhumma lakal hamdu wailaikal musytaka, wa antal musta’ân, wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil adzîmi.

Artinya, “Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, hanya kepada-Mu Dzat yang dimintai pertolongan. Tidak ada kekuatan untuk menjalankan sebuah ketaatan dan menghindari kemaksiatan kecuali pertolongan Allah yang maha Agung”.

Baca Juga: Doa Ketika Tertimpa Musibah, Rasulullah Mengajarkan Agar Bersabar

2. Jangan doakan keburukan pada orang yang jahat pada kita

Doa agar Terhindar dari Gangguan Orang JahatIlustrasi berdoa (IDN Times/Fikriyah Nurshafa)

Dilansir dari laman islam.nu.or.id, Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi Al-Haddad dalam kitabnya yang berjudul Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudzâharah wal Muwâzarah, menjelaskan larangan mendoakan keburukan, baik untuk diri sendiri, orang lain atau sesuatu apapun.

واحذر - أن تدعو على نفسك أو على ولدك أو على مالك أو على احد من المسلمين وإن ظلمك,  فإن من دعا على من ظلمه فقد انتصر. وفي الخبر "لا تدعوا على انفسكم ولا على أولادكم ولا على اموالكم لاتوافقوا من الله ساعة إجابة".

Artinya: “Jangan sekali-kali mendoakan datangnya bencana atau mengutuk diri sendiri, keluargamu, hartamu ataupun seseorang dari kaum Muslimin walaupun ia bertindak zalim terhadapmu, sebab siapa saja mengucapkan doa kutukan atas orang yang menzaliminya, berarti ia telah membalasnya.

Rasulullah SAW telah bersabda: ‘Jangan mendoakan bencana atas dirimu sendiri, anak-anakmu ataupun harta hartamu. Jangan-jangan hal itu bertepatan dengan saat pengabulan doa oleh Allah SWT’.”

Dari kutipan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kita dilarang untuk mendoakan agar bencana dan keburukan terjadi pada orang lain, termasuk pula orang yang jahat pada kita. Sebab, bila mendoakan keburukan bagi orang lain, artinya kita telah berbuat jahat pula.

Sebaliknya, doa yang sebaiknya diucapkan untuk orang yang jahat pada kita ialah doa-doa berisi kebaikan seperti mendoakan agar ia mendapat hidayah dari Allah SWT, lalu menyadari kesalahannya dan bertobat.

Kemudian, mendoakan keburukan kepada orang lain sama saja seperti mengutuk diri sendiri. Sebab, doa keburukan yang kita ucapkan dapat menjadi bumerang dan berbalik kepada diri kita sendiri.

3. Hukum mendoakan keburukan bagi orang lain

Doa agar Terhindar dari Gangguan Orang JahatIlustrasi (IDN Times/Mardya Shakti)

Ulama Imam Al-Ghazali dalam salah satu karyanya yaitu Kitab Ihya Ulumiddin menjelaskan bahwa mendoakan atau mengharapkan keburukan bagi orang lain adalah perbuatan tercela dalam syariat Islam, yakni sebagai berikut:

ويقرب من اللعن الدعاء على الإنسان بالشر حتى الدعاء على الظالم كقول الإنسان مثلا لَا صَحَّحَ اللَّهُ جِسْمَهُ وَلَا سَلَّمَهُ اللَّهُ وما يجري مجراه فإن ذلك مذموم وفي الخبر إن المظلوم ليدعو على الظالم حتى يكافئه ثم يبقى للظالم عنده فضلة يوم القيامة

Artinya, “Dekat dengan laknat adalah mendoakan keburukan untuk orang, termasuk mendoakan orang yang berbuat zalim, seperti doa seseorang, ‘Semoga Allah tidak menyehatkan badannya,’ ‘Semoga Allah tidak memberikan keselamatan untuknya,’ atau doa keburukan sejenisnya karena semua itu adalah perbuatan tercela. Dalam hadis disebutkan, ‘Sungguh, orang yang teraniaya mendoakan keburukan untuk orang yang menganiaya sampai lunas terbayar, tetapi yang tersisa kemudian adalah kelebihan hak orang yang berbuat aniaya atas orang yang teraniaya pada hari kiamat,’”.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa doa keburukan bagi orang lain dikhawatirkan dapat melewati batas, sehingga orang yang awalnya terzalimi berubah status menjadi orang yang zalim akibat mendoakan keburukan yang berlebihan.

Baca Juga: Ziarah Kubur, Doa-Doa yang Diajarkan Rasulullah Saat Mengunjungi Makam

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya