Golkar: Menteri-Anggota DPR Kami Siap Dipotong Gaji Jika Negara Butuh

- Golkar melalui Sekjen Muhammad Sarmuji menyatakan kesiapan kadernya, termasuk menteri dan anggota DPR, untuk dipotong gajinya demi membantu kondisi keuangan negara.
- Sarmuji menegaskan pemotongan gaji ini sebagai langkah simbolik empati pejabat publik terhadap rakyat serta meminta pemerintah menyiapkan strategi kebijakan menghadapi situasi ekonomi sulit.
- Presiden Prabowo mencontohkan efisiensi Pakistan yang memotong gaji pejabat dan menghemat anggaran, lalu meminta para Menko mengkaji langkah serupa agar APBN digunakan lebih efisien.
Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji menyatakan, para kader partainya, terutama yang duduk di kursi jabatan publik, menyatakan kesiapan jika harus dilakukan pemotongan gaji untuk membantu kondisi keuangan negara.
Sarmuji menegaskan, langkah ini merupakan bentuk empati dan kepekaan partai terhadap situasi ekonomi yang tengah dihadapi bangsa.
"Jika negara membutuhkan kami siap dipotong gaji," ujar Sarmuji kepada wartawan, Senin (16/3/2026).
1. Sebagai bentuk ikhtiar simbolik parpol

Menurut Sarmuji, wacana pemotongan gaji ini bukan sekadar persoalan angka, melainkan pesan moral bahwa pejabat publik siap merasakan beban yang sama dengan rakyat.
"Ini adalah sebuah ikhtiar simbolik bawa kita peka terhadap keadaan dan siap menyesuaikan diri," ujar Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI itu.
Selain menyatakan kesediaan potong gaji, Sarmuji juga meminta pemerintah untuk bergerak cepat dalam memetakan langkah-langkah strategis lainnya. Ia menekankan pentingnya persiapan yang matang melalui berbagai skenario kebijakan.
"Pemerintah harus sudah melakukan simulasi tentang apa saja yang bisa dilakukan untuk mengatasi keadaan," tuturnya.
2. Prabowo singgung Pakistan potong gaji anggota kabinet dan parlemen

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung langkah yang ditempuh pemerintah Pakistan dalam mengantisipasi perang Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS). Salah satunya, upaya pemotongan gaji anggota kabinet dan parlemen di negaranya.
Prabowo mengatakan ikhtiar ini dilakukan dalam rangka membantu kelompok paling rentan dalam menyikapi situasi geopolitik global yang semakin tidak menentu.
"Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR, ada semua penghematan gaji ini dikumpulkan untuk membantu kelompok yang paling rentan atau kelompok yang paling lemah, mereka memotong semua ketersediaan BBM untuk semua kementerian dan mereka mewajibkan 60 persen kendaraan pemerintah untuk tidak digunakan setiap saat," tuturnya.
3. Prabowo minta menko kaji langkah efisiensi

Prabowo juga menyinggung langkah pemerintah Pakistan yang juga menghentikan semua belanja AC, kendaraan, pembelian mebel dalam kurun waktu yang tidak ditentukan.
Sekolah di Pakistan pun kata dia, dilakukan secara daring. Sebagai perbandingan, Prabowo menyinggung APBN juga bisa digunakan secara efisien.
"Ini saya minta dibicarakan nanti ya, mungkin oleh Menko-Menko nanti, berapa hari ini kita lihat, kita pikirkan, dulu kita atasi COVID berhasil kita dan kita mampu, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar," ujar dia.


















