Targetkan 26 Ribu Pekurban, Human Initiative Distribusikan Kurban ke Pelosok

- Human Initiative menargetkan 26 ribu pekurban pada 2026 untuk memperluas distribusi kurban dan mendukung peternak lokal di berbagai daerah.
- Program Qurbanweek 2026 fokus pada pemerataan manfaat kurban ke wilayah dengan keterbatasan akses pangan serta edukasi penyaluran yang amanah dan tepat sasaran.
- Human Initiative bekerja sama dengan PDHI memastikan hewan kurban memenuhi prinsip ASUH, sementara masyarakat diimbau lebih teliti memilih hewan agar sesuai syariat dan sehat.
Jakarta, IDN Times - Lembaga kemanusiaan non-profit (NGO) Human Initiative menargetkan peningkatan partisipasi pekurban dari sekitar 21 ribu menjadi 26 ribu orang pada 2026.
Presiden Human Initiative, Tomy Hendrajati, menyampaikan peningkatan jumlah pekurban diharapkan berdampak pada perluasan jangkauan distribusi kurban, sekaligus mendukung peternak lokal di berbagai daerah.
"Tahun ini, kami menargetkan dapat mengajak 26 ribu pekurban untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan di berbagai wilayah. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendukung para peternak lokal di berbagai daerah,” ujar Tomy dalam keterangan tertulis, Minggu (17/5/2026).
1. Qurbanweek 2026 dan isu ketimpangan distribusi

Upaya memperluas pemerataan distribusi kurban menjadi fokus dalam peluncuran Qurbanweek 2026. Kegiatan ini mengangkat isu bahwa manfaat kurban masih belum sepenuhnya menjangkau masyarakat di wilayah dengan keterbatasan akses pangan bergizi.
Di sisi lain, Qurbanweek 2026 juga menjadi bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat. Human Initiative terus mendorong penyaluran kurban yang amanah, sesuai syariat, dan tepat sasaran.
"Melalui program Sebar Qurban, Human Initiative menghubungkan pekurban dengan masyarakat yang membutuhkan manfaat kurban di berbagai daerah Indonesia," ucapnya.
2. Gandeng PDHI agar hewan kurban aman

Sementara, Human Initiative juga menggandeng Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dalam program Sebar Qurban 2026. Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal, dalam seluruh rangkaian proses kurban, mulai dari pemilihan hewan hingga distribusi daging.
"Kerja sama ini difokuskan pada pendampingan peternak, pemeriksaan kesehatan hewan, serta pengawasan di titik distribusi, guna memastikan kondisi hewan tetap layak sebelum disembelih," ucapnya.
3. Masyarakat harus cermat pilih hewan kurban

Sementara, Ketua Umum PB PDHI Muhammad Munawaroh menjelaskan, masyarakat perlu lebih cermat dalam memilih hewan kurban, agar sesuai dengan syariat dan kondisi kesehatan.
“Penyakit PMK dan LSD masih cukup sering ditemukan. Karena itu, masyarakat perlu lebih teliti saat memilih hewan kurban agar tidak memilih hewan yang sakit. Pada saat pemotongan hewan kurban, kita juga harus memperhatikan kesejahteraan hewan,” ujarnya.



















