Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mensos Kawal Pemulihan Korban Kiai di Pati, Minta Pelaku Dihukum Berat

Mensos Kawal Pemulihan Korban Kiai di Pati, Minta Pelaku Dihukum Berat
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Menteri Sosial Gus Ipul menegaskan pemerintah akan melakukan pemulihan menyeluruh bagi korban pelecehan seksual di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo Pati.
  • Pemerintah bersama Pemda dan Kementerian Agama akan memastikan para santri tetap mendapat akses pendidikan yang aman dan nyaman.
  • Gus Ipul mengutuk keras tindakan pelecehan tersebut dan meminta aparat menjatuhkan hukuman maksimal kepada pelaku agar menjadi efek jera.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pemerintah akan melakukan langkah pemulihan menyeluruh bagi korban pelecehan seksual di pondok pesantren Ndolo Kusumo Pati, Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Gus Ipul usai bertemu langsung dengan sejumlah korban yang didampingi orang tua dan pengacara di sebuah tempat di Pati.

“Kami bersepakat untuk lakukan langkah-langkah pemulihan bagi seluruh korban dan sekaligus memikirkan bersama seluruh santri yang berada di pondok pesantren tersebut, untuk bisa meneruskan pendidikannya,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Minggu (15/5/2026).

Table of Content

1. Pemerintah bersama korban

1. Pemerintah bersama korban

Mensos Kawal Pemulihan Korban Kiai di Pati, Minta Pelaku Dihukum Berat
Kepala Bidang Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Moch Fatkhuronji, menegaskan sanksi hukuman bagi pemilik Ponpes Ndolo Kusumo yang jadi pelaku pencabulan. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Menurut Gus Ipul, pemerintah berdiri di sisi korban dan akan memberikan pendampingan kepada korban secara menyeluruh.

“Kita semua berdiri di sisi korban, kami dengan Pak Bupati akan bekerja sama untuk memberikan perlindungan, rehabilitasi dan pemberdayaan,” kata dia.

2. Korban harus tetap mendapat pendidikan

Mensos Kawal Pemulihan Korban Kiai di Pati, Minta Pelaku Dihukum Berat
Penutupan Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah usai kasus dugaan pemerkosaan terhadap puluhan santriwati yang melibatkan pengasuh sekaligus pendiri terungkap. (Dok. PCNU Pati)

Terkait keberlanjutan pendidikan para santri, Gus Ipul mengatakan, keputusan tersebut akan ditentukan pemerintah daerah melalui koordinasi dengan Kementerian Agama dan instansi terkait.

“Pada dasarnya adalah kita ingin akses pendidikan pada anak-anak kita tetap bisa diperoleh, mereka bisa bersekolah yang paling aman, paling nyaman dan paling memungkinkan,” kata Gus Ipul.

3.

Mensos Kawal Pemulihan Korban Kiai di Pati, Minta Pelaku Dihukum Berat
Ilustrasi hukum (IDN Times/Arief Rahmat)

Gus Ipul menyebut, pemerintah juga akan melihat kondisi dan profil keluarga korban, sebelum menentukan langkah lanjutan, agar penanganan yang dilakukan sesuai kebutuhan.

“Jadi insyaallah, itu akan dipikirkan bersama dan kita akan melakukan pendampingan sampai tuntas,” jelas dia.

Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul mengutuk keras tindak pelecehan seksual itu dan meminta aparat penegak hukum memberikan hukuman maksimal kepada pelaku.

“Kita mengutuk keras kejadian itu, kita minta pelaku dihukum sekeras-kerasnya, seberat-beratnya, seumur hidup kalau perlu supaya ini menjadi pembelajaran bagi kita semua,” tegas Gus Ipul.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in News

See More