Hasto: Kalau Mau Ambil PDIP dari Megawati, Kader Siap Taruhan Nyawa

- Hasto Kristiyanto memastikan kader PDIP siap melawan pihak yang mengganggu kedaulatan partai.
- Kader PDIP dianggap siap bergerak dengan taruhan nyawa dalam menjaga kedaulatan partai dari upaya pengambilalihan kepemimpinan Megawati Soekarnoputri.
- Militansi kader PDIP digerakan langsung oleh Komaruddin Watubun dan puluhan ribu Satgas PDIP yang tersebar di seluruh Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan, seluruh kader partai siap melawan semua pihak yang mengganggu kedaulatan dan berusaha mengambil alih kepemimpinan PDIP dari tangan Megawati Soekarnoputri.
Hal tersebut disampaikan Hasto di sela acara seminar Rapat Koordinasi Bidang Nasional Pangan dan Pertanian bertajuk 'Kedaulatan Pangan di Indonesia (Beras, Kedelai dan Jagung)' di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2024).
1. Kader PDIP siap bergerak dengan taruhan nyawa

Megawati tiba di gedung PDIP pada Rabu (14/8/2024). (IDN Times/Ilman Nafi’an) Hasto menuturkan, kader PDIP siap bergerak melawan pihak yang berupaya mengambil alih PDIP dari Megawati. Bahkan, mereka siap jika harus taruhan nyawa dalam menjaga kedaulatan partai.
"Sehingga ketika ada pihak-pihak yang mau mencoba mengganggu kedaulatan partai, baik secara langsung ataupun tidak langsung, dan akan mencoba mengambil alih kepemimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri, maka kemarin seluruh kader Partai menyatakan siap bergerak dengan taruhan nyawa sekalipun di dalam menjaga kedaulatan partai. Kami ini partai militan,” urai Hasto menjawab pertanyaan awak media.
2. Megawati dianggap sebagai bagian penting Indonesia

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Hasto mengklaim, semua kader PDIP dan masyarakat menganggap sosok Megawati bukan hanya Ketua Umum PDIP, tetapi juga putri Proklamator RI Soekarno. Artinya, Megawati adalah juga saksi sejarah berdirinya NKRI.
Dalam proses bernegara, Megawati juga dinilai menjadi bagian dari ide serta gagasan besar tentang Indonesia Raya. Bahkan dalam hal tertentu, Megawati juga disebut menjadi simbol dalam melawan hukum otoriter serta kolusi, korupsi, dan nepotisme.
“Bu Mega juga menjadi ide dan gagasan terhadap demokratisasi yang menempatkan hak kedaulatan rakyat untuk melakukan pemilihan secara langsung. Bu Mega menjadi legacy di dalam jalan demokratisas itu," tutur dia.
3. Hasto minta jangan main-main dengan PDIP

Hasto menjelaskan, militansi kader PDIP digerakan langsung oleh Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Partai, Komaruddin Watubun serta para kader dari kalangan purnawirawan TNI. Konsolidasi dilakukan setiap minggu dan melibatkan puluhan ribu Satgas PDIP yang tersebar di seluruh Indonesia.
Oleh sebab itu, Hasto mengimbau, jangan ada pihak yang berani macam-macam menganggu kedaulatan PDIP.
“Itu adalah suatu bentuk militansi kami. Suatu bentuk totalitas kami di dalam mewujudkan Satyam Eva Jayate,” ujar Hasto.
“Sehingga jangan main-main dengan PDI Perjuangan karena kami partai yang sah. Kami partai yang taat pada hukum. Kami partai yang menegakkan demokrasi, kebebasan pers, dan berbagai upaya-upaya agar kedaulatan rakyat betul-betul dihormati di negeri ini,” imbuh Hasto.





















