Hujan Deras Guyur Bogor, 19 Titik Bencana Tersebar di Berbagai Wilayah

- Hujan deras pada Minggu (19/4/2026) menyebabkan 19 titik bencana di Kota Bogor, termasuk banjir lintasan di Ranggamekar akibat drainase tersumbat puing bangunan.
- BPBD mencatat 11 lokasi tanah longsor, dengan 10 titik sudah tertangani dan satu titik di Kampung Cilubang masih dalam pemantauan karena butuh penanganan teknis lanjutan.
- Tiga titik banjir lintasan serta lima lokasi pohon tumbang dan atap rumah ambruk telah ditangani petugas, sementara warga diminta tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
Bogor, IDN Times - Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Bogor pada Minggu (19/4/2026) sore memicu banjir lintasan di Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan. Peristiwa ini merupakan bagian dari rentetan bencana yang terjadi di 19 titik berbeda di wilayah Kota Bogor.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengonfirmasi bahwa salah satu bencana banjir lintasan di Ranggamekar dipicu oleh drainase yang tersumbat puing-puing bangunan.
"Hujan deras mengakibatkan aliran drainase tersumbat, sehingga air meluap setinggi 20 centimeter dan merendam rumah kontrakan milik warga di RT 04/RW 13 Ranggamekar. Personel TRC Regu 3 sudah melakukan penanganan dan air telah surut total," ujar Dimas Tiko, Senin (20/4/2026).
1. Sebelas titik tanah longsor

Tanah longsor menjadi kategori bencana yang paling mendominasi. Tim BPBD mencatat 11 lokasi terdampak, di mana 10 di antaranya telah selesai ditangani:
Selesai Ditangani: Jalan Manggis 1 (Baranangsiang), Curug Mekar (RT 06/RW 09), Gang Kembang (Kedunghalang), Samping Kelurahan Pasir Jaya, Bojong Menteng (Pasir Mulya), Gang Kepatihan (Kebon Kelapa), Kutajaya (Bondongan), Batu Tapak (Pasir Jaya), Kampung Keramat (Panaragan), dan Jalan Kutajaya (Bondongan).
Belum Ditangani: Kampung Cilubang RT 05/RW 03 (Balumbangjaya).
Dimas Tiko menekankan pentingnya asesmen di titik yang tersisa. "Untuk longsor di Kampung Cilubang, kami masih melakukan pemantauan intensif karena membutuhkan penanganan teknis lanjutan," jelasnya.
2. Tiga titik banjir lintasan

Selain di Ranggamekar, banjir lintasan juga dilaporkan terjadi di dua titik lainnya. Seluruh lokasi ini dipastikan telah tertangani sepenuhnya oleh petugas.
Selesai Ditangani: RW 011 Kelurahan Ranggamekar, Gang Hj Basir RW 04 (Cikaret), dan Jalan Meranti RT 04/RW 08 (Sindangbarang).
"Penyebab utama di ketiga lokasi tersebut adalah luapan air permukaan akibat drainase yang tidak mampu menampung volume hujan yang ekstrem," tambah Dimas.
3. Lima titik pohon tumbang dan atap ambruk

Angin kencang dan hujan lebat juga mengakibatkan pohon tumbang serta kerusakan bangunan. Berikut rincian lokasinya:
Atap Rumah Ambruk: Griya Katulampa Blok C2 dan Cibeureum Hilir (Mulyaharja).
Pohon Tumbang: RW 09 Kelurahan Baranangsiang dan Pancasan Baru RT 04/RW 12 (Pasir Jaya).
Pohon Tumbang: Kampung Rancamaya RT 01/RW 01.
BPBD Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap potensi bencana susulan. "Petugas tetap siaga di Pusdalops-Pb untuk merespons laporan warga. Kami minta warga segera melapor jika menemukan adanya tanda-tanda pergeseran tanah atau pohon yang rawan tumbang," ujar Dimas Tiko.
Ia juga menegaskan akibat dari cuca ekstrem ini banyak dampak yang akan muncul dan dirasakan masyarakat wilayah Kota Bogor. "Dampak cuaca ekstrem sekarang sedang banyak," tutupnya


















