Kapolri: Kita Cari Pemimpin yang Bisa Lanjutkan Estafet Kepemimpinan

Jakarta, IDN Times - Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo menyoroti soal adanya perbedaan pendapat dalam kontestasi Pilpres 2024. Menanggapi hal tersebut, ia mengatakan, sosok pemimpin yang dicari saat ini adalah yang mampu melanjutkan estafet kepemimpinan.
Hal ini disampaikan Kapolri dalam acara Perayaan Natal Mabes Polri 2023 seperti dilihat dalam YouTube Divisi Humas Polri, Sabtu (13/1/2024).
"Yang kita cari adalah pemimpin yang bisa melanjutkan estafet kepemimpinan. Bukan karena perbedaan, akhirnya bukan pemimpin yang kita cari, tapi yang kita pelihara perbedaan terus dan kemudian itu kita bawa dalam konflik," kata Kapolri dalam sambutannya.
1. Kapolri minta semua pihak menjadi cooling system

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ditemui usai Polri dan KPK tanda tangani perjanjian kerja sama koordinasi dan supervisi. (IDN Times/Aryodamar) Untuk mengantisipasi polarisasi karena perbedaan pilihan di masyarakat, ia meminta semua pihak termasuk tokoh agama untuk ikut mendinginkan suasana atau cooling system selama Pemilu 2024.
"Cooling system, saya titipkan, mumpung di sini yang hadir berbagai macam saudara-saudara dari lintas agama dan ini penting sekali kita sampaikan kepada jemaat kita, kepada jemaah kita untuk terus bisa menjaga persatuan dan kesatuan di tengah-tengah persatuan pendapat yang ada," ucap dia.
2. Kapolri menyampaikan harapannya soal pemimpin yang terbaik

Tiga paslon capres 2024 dalam debat capres di KPU (YouTube/IDN Times) Dalam kesempatan itu, Sigit menambahkan, jajaran Polri memiliki tugas berat selama pemilu, di antaranya menjaga keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah adanya perbedaan pilihan pemilu.
Sigit berharap, perbedaan pendapat yang ada di masyarakat jangan sampai membuat dan merusak cita-cita seluruh masyarakat Indonesia.
"Kita menginginkan siapapun pemimpin yang saat ini kemudian naik menjadi pasangan calon, tentulah para pemimpin-pemimpin terbaik," ujar dia.
"Sehingga tentunya perbedaan pendapat yang ada pada saat menentukan dan memilih calon pemimpin nasional tersebut," sambung Sigit.
3. Polri meluruskan pernyataan Kapolri soal pemimpin yang mampu melanjutkan estafet

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko (IDN Times/Irfan Fathurohman) Karo Penmas Brigjen Trunoyudo Wisnu Andik menjelaskan, estafet kepemimpinan yang dimaksud Kapolri yakni keberlanjutan dari Presiden ke-1 RI Ir Sukarno sampai era Presiden ke-7 Joko “Jokowi”Widodo.
"Perlu kami jelaskan, yang dimaksudkan adalah keberlanjutan dari sejak Presiden pertama Ir Soekarno sampai Presiden ke-7 Ir Joko Widodo untuk mewujudkan pembangunan di Indonesia yang selalu berkelanjutan dari satu pemimpin ke pemimpin lain. Estafet kepemimpinan juga tentu harus dilanjutkan siapa pun calon pemimpin baru dan apa pun program yang dibawanya," ujarnya dalam siaran persnya.
Trunoyudo menegaskan, Kapolri telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Polri terkait netralitas.
"Kapolri telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Polri untuk berkomitmen bahwasanya Polri netral sebagaimana amanah pada UU No 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia pada Pasal 28 ayat 1 dan ayat 2," ucapnya.
Trunoyudo memastikan, Polri berkomitmen dalam mewujudkan pemilu damai demi persatuan dan kesatuan bangsa.
“Tentunya Polri komitmen dalam keamanan penyelenggaraan Pemilu 2024 ini, sehingga mewujudkan pemilu yang aman dan damai tentu juga dalam rangka persatuan dan kesatuan bangsa," lanjutnya.


















