Comscore Tracker

Sandiaga Diusir Pedagang dari Pasar Pagi Kota Pinang

Sandiaga hanya tersenyum saat diusir

Labuan Batu, IDN Times - Beberapa kali Calon Wakil Presiden Sandiaga berkampanye di pasar-pasar untuk mendengar langsung aspirasi pedagang dan pembeli soal harga bahan pokok.

Hampir setiap kunjungannya disambut baik oleh pedagang, namun kali ini kunjungan Sandiaga mengunjungi Pasar Kota Pinang, Selasa (11/12) ditolak salah seorang pedagang yang memasang poster dengan tulisan tangan menolak kedatangan Sandiaga.

“Pak Sandiaga Uno Sejak Kecil Kami Sudah Bersahabat, Jangan Pisahkan Kami Gara-gara Pilpres Pulanglah!!!” tulisan dalam poster.

1. Sandiaga hanya tersenyum lebar

Sandiaga Diusir Pedagang dari Pasar Pagi Kota PinangTwitter/@sihargeol

Sandiaga yang melihat poster itu tersenyum lebar. “Jadi saya pulang aja nih?” tanyanya.

“Jangan,” teriak puluhan orang ibu-ibu pedagang yang sudah menantinya.

2. Sandiaga menghampiri pemasang poster Dirjon

Sandiaga Diusir Pedagang dari Pasar Pagi Kota PinangDok. IDN Times/Istimewa

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini pun memasuki lapak yang tergantung poster tersebut. Dia mencoba mencari orang yang memasangnya. Si pemasang poster bernama Drijon Sihotang.

“Bapak memasangnya sendiri? Kami sejak awal selalu ingin menciptakan kampanye yang sejuk, tidak memecah belah. Kampanye berpelukan Pak Drijon. Tidak ada upaya memecah belah,” terang Sandiaga sambil menjabat erat tangan Drijon dan meraih pundaknya.

Baca Juga: Bahas Isu Lingkungan, Sandiaga: Sampah Harus Jadi Berkah Bukan Musibah

3. Istri Dirjon mengaku dibayar untuk pasang poster

Sandiaga Diusir Pedagang dari Pasar Pagi Kota PinangDok. IDN Times/Istimewa

Namun yang mengejutkan, istri Drijon malah sempat nyeletuk.

“Kami dibayar pak untuk pasang poster itu,” kata istrinya yang berjualan di sana.

Drijon membantahnya, “Tidak pak, itu aspirasi kami,” kata Drijon.

4. Sandiaga melanjutkan blusukannya di Pasar Pagi Kota Pinang

Sandiaga Diusir Pedagang dari Pasar Pagi Kota PinangTwitter/@sandiuno

Sandiaga pun terus melanjutkan langkahnya melihat kondisi pasar yang becek itu. Sandiaga berhenti di lapak ikan sale. Yusuf penjualnya mengaku dengan turunnya harga komoditas sawit dan karet yang menjadi pencarian utama masyarakat, menyebabkan daya beli turun.

Yusuf menjual ikan salenya satu kilogram seharga seratus ribu. Di sebelahnya Pak Buni Yamin punya nasib sama. Penjual tempe ini berharap pasarnya direvitalisasi dan harga kebutuhan pokok stabil, jangan naik turun seperti ini.

“Harga sayur turun pak dengan cuaca seperti ini. Tapi ada juga yang naik, seperti beras, telor dan bawang. Pasar juga kalau bisa diperbaiki pak. Kalau hujan banjir dan tergenang, seperti sekarang ini pak,” kata Buni Yamin.

“Insya Allah kami akan menampung aspirasi ini. Saya dan Pak Prabowo punya program harga-harga kebutuhan pokok stabil dan terjangkau, juga revitalisasi pasar. Kami akan buat pasar nyaman untuk pembeli dan pedagang. Sehingga transaksi berjalan dengan baik. Para pedagang pasar ikut sejahtera. Soal turunnya komoditas sawit, seharusnya pemerintah hadir untuk mempertahankan komoditas ini,” kata Sandiaga.

Baca Juga: Sandiaga Uno Mau Berkunjung, Ini yang Dilakukan Pendukungnya di Labura

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Just For You