Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jahat! Kisah Korban Prank Open House di Jakarta, Bawa Bayi dari Depok

Jahat! Kisah Korban Prank Open House di Jakarta, Bawa Bayi dari Depok
Viral Undangan Open house prank/ @threads
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
  • Seorang perantau bernama Yu menjadi korban prank open house Lebaran di Kemayoran setelah menempuh perjalanan dari Depok bersama bayinya, namun mendapati lokasi acara kosong tanpa tuan rumah.
  • Undangan palsu tersebut viral di Threads karena pengunggahnya aktif membalas komentar warganet dan tidak ada tanda-tanda negatif, membuat banyak orang percaya dan datang ke lokasi.
  • Yu mengaku kecewa meski tak rugi materi, karena berharap merasakan kebersamaan Lebaran di perantauan; ia menyebut aksi prank itu jahat karena mengecewakan banyak orang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Harapan sederhana untuk merasakan hangatnya suasana Lebaran justru berubah menjadi kekecewaan. Hal itu dialami oleh pengguna akun bernama Yu yang menjadi korban undangan open house di akun media sosial Threads.

Perempuan yang sebut namanya Yu ini bahkan mengaku rela menempuh perjalanan jauh dari Depok bersama anaknya yang masih bayi, demi bisa menikmati hidangan Lebaran ke lokasi open house di sebuah apartemen di Kemayoran

“Buat yang lihat postingan ini terus sudah jalan ke sana, mending balik. Aku sama anakku masih bayi, jauh-jauh dari Depok, niat hati pengen ngerasain makanan Lebaran, taunya sampai sana gak ada orangnya,” ujar Yuu dalam unggahanya membalas undangan open house yang ditulis oleh akun akun @911x_y, dikutip Minggu (22/3/2026).

1. Banyak keluarga yang datang

IMG-20260322-WA0027.jpg
Viral Undangan Open house diduga prak/Threads @911x_y

Pada IDN Times, Yu membenarkan bahwa dia sempat datang ke lokasi undangan open house tersebut, namun saat tiba di lokasi, ia mendapati tidak ada tanda-tanda acara seperti yang dijanjikan. Ia juga melihat sejumlah orang lain yang datang dengan harapan serupa, namun akhirnya pulang dengan kecewa.

“Bener kok datang, dan banyak juga beberapa yang datang. Ada yang bawa keluarga, orang tua juga, kasian,” katanya

2. Pemilik akun aktif balas komentar warganet

Ilustrasi medsos (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi medsos (IDN Times/Aditya Pratama)

Menurut Yu, dia awalnya percaya undangan tersebut karena tidak menemukan komentar negatif di unggahan itu. Bahkan, pemilik akun disebut aktif membalas komentar warganet yang menyatakan ingin datang.

“Dalam pikiranku sebagai yang tidak mudik dan tidak masak menu Lebaran, ditambah di postingan itu gak ada komen negatif dan dia juga balas-balasin komentar orang yang mau datang, jadi aku pikir beneran,” ungkapnya

3. Ingin merasakan kebersamaan saat lebaran di perantauan

IMG-20260321-WA0014.jpg
Suasana salat Id 2026 di Gedung Sate (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Ia menegaskan, dirinya tidak mengalami kerugian materi karena menggunakan transportasi umum. Namun, rasa kecewa tetap tidak terhindarkan, terutama karena harapan yang sempat tumbuh.

“Aku sih gak ada kerugian gimana-gimana, cuma aku posting biar kalau ada yang lebih jauh mau datang, ya aku infoin. Karena yang datang juga banyak yang berharap,” ujarnya.

Lebih dari sekadar makanan, Yu mengaku momen tersebut sebenarnya tentang kebutuhan emosional keinginan untuk tidak merasa sendiri saat Lebaran di perantauan.

“Jujur iri lihat orang-orang bisa masak, bisa beli makanan Lebaran, kumpul keluarga. Jadi pas lihat postingan itu, ngerasa senang aja, akhirnya bisa ngerasain Lebaran bareng-bareng, gak kesepian,” katanya.

Ia juga menanggapi komentar warganet yang menyebut orang-orang yang datang sebagai “naif” atau “mudah tertipu”. Menurutnya, situasi sebagai perantau membuat banyak orang lebih rentan berharap.

“Mungkin buat yang gak mudik, sendirian di perantauan, dan gak sanggup masak atau beli makanan Lebaran, itu berarti banget,” ucapnya.

4. Prank open house dinilai jahat

Ilustrasi hoaks (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Ilustrasi hoaks (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Yu pun mempertanyakan motif di balik unggahan tersebut yang diduga hanya berujung prank. Dia menganggap pengungah sangat jahat karena banyak memakan korban.

“Cuma mau bilang, kenapa sejahat itu sih? Banyak yang berharap saat itu bisa makan enak, termasuk aku. Kalau memang ini bikin dia senang atau terkenal, ya berhasil prank-nya. Tapi di balik itu, banyak yang kecewa,” katanya.

Sebelumnya, unggahan undangan open house yang mencatut nama Arsyad Albanjari viral di media sosial. Dalam unggahan itu, masyarakat diajak datang ke Apartemen Mediterania Palace Residence, Kemayoran, untuk menikmati hidangan Lebaran secara gratis.

Sebuah unggahan undangan open house gratis di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, viral di media sosial Threads dan memicu polemik di kalangan warganet.

Nama Arsyad Albanjari pun tengah menjadi perbincangan hangat usai diduga melakukan penipuan berkedok acara open house Lebaran Idul Fitri 2026. Kasus ini mencuat setelah unggahan viral tersebut mengundang masyarakat, khususnya yang tidak mudik, untuk datang ke acara yang disebut digelar di sebuah apartemen di Kemayoran.

“Buat siapapun di jakarta yang tidak mudik dan mau makan opor ayam, ketupat, rendang dan minum makanan lain nya edisi lebaran hari raya idul fitri, besok saya open house ya mulai jam 09:00 WIB - 23:59 WIB,” tulis akun yang mengunggah H-1 lebaran di threads dengan akun @911x_y dikutip Minggu (22/3/2026).

Pengunggah bahkan mempersilakan warganet datang mengajak keluarga, pasangan, bahkan satu RT untuk datang ke apartemennya.

"Silahkan datang mau satu rt, satu keluarga, sama pasangan sama siapapun silahkan datang!. Alamat: Apartement mediterania palace residence kemayoran jakarta pusat, tower C nanti pas sampai lobby bilang saja ke security nya minta tolong telfonin ke unit nya arsyad albanjari, sampai jumpa semuanya," tulisnya

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More