Jasa Marga Hentikan Contraflow di Ruas Tol Jakarta-Cikampek

- PT Jasamarga Transjawa Tol resmi menghentikan contraflow di Tol Jakarta-Cikampek KM 36–70 pada Jumat, 20 Maret 2026, setelah kondisi lalu lintas dinilai terkendali.
- Puncak volume kendaraan terjadi pada 18 Maret 2026, kemudian menurun hingga 20 Maret sehingga dilakukan normalisasi arus lalu lintas tanpa rekayasa contraflow.
- JTT mengimbau pengguna tol Trans Jawa menjaga keselamatan, memastikan kondisi kendaraan dan saldo e-toll cukup, serta mematuhi rambu dan arahan petugas.
Jakarta, IDN Times - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) resmi menghentikan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di Ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek), KM 36 hingga KM 70, pada Jumat (20/3/2026) siang.
Vice President Corporate Secretary & Legal JTT, Ria Marlinda Paallo, mengatakan, penghentian rekayasa lalu lintas dilakukan setelah mempertimbangkan perkembangan volume kendaraan yang telah menunjukkan kondisi lebih terkendali.
"Berdasarkan monitoring lalu lintas di lapangan, puncak volume kendaraan terjadi pada 18 Maret 2026. Selanjutnya, pada 19 Maret 2026 shift 3 hingga 20 Maret 2026, volume lalu lintas di kedua arah terpantau cukup terkendali sehingga dilakukan normalisasi lalu lintas dan contraflow dihentikan,” kata Ria.
Ria juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan tol Trans Jawa agar tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan, memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima, mencukupi daya, bahan bakar, serta saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol.
"Pengguna jalan juga diharapkan tetap mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas di lapangan,” kata Ria.
JTT sempat memberlakukan rekayasa berupa contraflow secara situasional dengan skema buka-tutup atas diskresi pihak kepolisian sejak Selasa, 17 Maret 2026.
















