Ingin Program Tepat Sasaran, Mendes: Kawal Pemutakhiran Data Desa

Jakarta, IDN Times - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar meminta Bupati Nias Utara mengawal pelaksanaan pemutakhiran data desa. Menurutnya, hal tersebut akan membantu ketepatan perencanaan program-program daerah.
“Dana Desa sebagian kecil digunakan untuk pemutakhiran data desa. Pak Bupati tinggal mengawasi dan lihat hasilnya,” ujarnya saat menerima audiensi Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu di ruang kerjanya, Jakarta, Kamis (27/5/2021).
1. Agar pelaksanaan program tepat sasaran

Lebih lanjut ia menjelaskan, hasil dari pemutakhiran data desa dapat digunakan sebagai basis penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dengan begitu, program-program yang akan dilaksanakan daerah akan tepat sasaran karena berbasis pada permasalahan dan kebutuhan yang terjadi di desa.
Selain itu, menurutnya, data desa yang akurat juga bisa membantu meyakinkan kementerian/lembaga dan pihak swasta dalam membantu proses pembangunan yang dibutuhkan di wilayah perdesaan dan wilayah tertinggal.
“Kalau data masyarakat miskin di desa lengkap, data infrastruktur yang dibutuhkan lengkap, akan mudah sekali mempromosikan dan menyampaikan kebutuhan, karena fokusnya jelas,” ujarnya.
2. Fasilitasi kabupaten dengan kementerian dan lembaga

Pria yang kerap disapa Gus Menteri itu mengatakan, akan membantu Kabupaten Daerah Tertinggal (KDT) melalui program-program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Abdul Halim juga menyebut akan memfasilitasi Kabupaten Nias Utara dengan kementerian/lembaga dan stakeholder terkait lainnya.
“Potensinya dieksplorasi mana yang kita bisa tangani bersama dan mana yang bisa kita fasilitasi untuk kementerian/lembaga lain,” ujarnya.
3. Kendala infrastruktur

Di sisi lain, Amizaro Waruwu mengatakan, Kabupaten Nias Utara memiliki ragam potensi ekonomi yang dapat dikembangkan. Namun, menurutnya, pengembangan potensi tersebut masih terkendala oleh minimnya ketersediaan infrastruktur.
“Kami itu hanya menang sumber daya alam, tapi kalah dari sisi pengelolaan. Potensinya banyak mulai dari pertanian, pariwisata, perikanan, tapi tidak dikelola dengan maksimal,” ujarnya.
Ia pun mengatakan akan membantu sekaligus memantau pemutakhiran data desa dengan maksimal. (WEB)


















