Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kronologi Dokter Magang Meninggal di Cianjur, Ini Penjelasan Kemenkes

Kronologi Dokter Magang Meninggal di Cianjur, Ini Penjelasan Kemenkes
ilustrasi campak (IDN Times/NRF)
Intinya Sih
  • Dokter magang AMW di RSUD Pagelaran Cianjur meninggal dunia setelah mengalami gejala campak dan tetap bekerja meski sudah mengajukan izin sakit.
  • Hasil pemeriksaan Laboratorium Biofarma menunjukkan AMW positif campak, sehingga Kemenkes bersama Dinkes Jawa Barat dan Cianjur melakukan penyelidikan epidemiologi.
  • Kemenkes menerbitkan surat edaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak bagi tenaga medis, termasuk kewajiban penyediaan APD dan tata laksana penanganan kasus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan kronologi kematian dokter magang AMW (25) di RSUD Pagelan, Cianjur. AMW tercatat berdinas di rumah sakit tersebut pada 8-26 Maret 2026 dan menangani kasus campak.

Pada 18 Maret, AMW mulai merasakan gejala seperti demam, flu, dan batuk. Dia sempat mengajukan izin untuk tidak berdinas dan permintaan tersebut disetujui.

Meski sudah izin, AMW tetap datang bekerja selama tiga hari berturut-turut pada sif pagi. Dia bahkan masih menangani pasien campak pada 19 dan 21 Maret.

"Kemudian tanggal 21, timbul rash atau ruam, kasus tetap berdinas dan menangani suspek campak di IGD saat berdinas. AMW mengajukan cuti karena kondisi makin melemah,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Andi Saguni dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (30/3/2026).

1. AMW masuk IGD

Ilustrasi IGD. (IDN Times/Besse Fadhilah)
Ilustrasi IGD. (IDN Times/Besse Fadhilah)

Pada 25 Maret pukul 23.00 WIB, AMW dilarikan ke IGD RSUD Cimacan dalam kondisi penurunan kesadaran. Dia kemudian dirujuk ke ICU pada 26 Maret pukul 00.30, tetapi kondisinya memburuk.

Pada pukul 09.15 WIB dilakukan intubasi terhadap AMW, tetapi kemudian pada pukul 11.30 WIB, AMW dinyatakan meninggal dunia.

"Kasus dinyatakan meninggal dunia dengan diagnosis akhir campak dengan gangguan jantung dan otak dan ini ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah Cimacan,” ujar Andi.

2. AMW positif campak

ilustrasi campak
ilustrasi campak (freepik.com/freepik)

Andi menegaskan Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Cianjur langsung merespons cepat kasus ini dengan melakukan penyelidikan epidemiologi.

Spesimen dari AMW diambil dan diperiksa di Laboratorium Biofarma. Hasilnya AMW positif campak.

“Besoknya langsung dilakukan penyelidikan epidemiologi, juga melibatkan RSUD Cimacan dan RSUD Pagelaran dan diambil spesimen serum dan dibawa ke Laboratorium Biofarma. Pada tanggal 28, hasil pemeriksaan spesimen Laboratorium Biofarma positif campak,” tutur Andi.

3. Kemenkes keluarkan surat edaran

Gedung Kemenkes RI
Gedung Kemenkes RI (IDN Times/Sunariyah)

Sejalan dengan itu, Kemenkes telah mengeluarkan Surat Edaran Plt Dirjen P2 tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Campak Bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan pada 27 Maret 2026. SE ini dikeluarkan demi mencegah angka kasus campak pada tenaga kesehatan dan tenaga medis.

Poin-poin dalam SE itu di antaranya mengatur kewajiban rumah sakit menyediakan alat pelindung diri (APD) yang memadai serta menetapkan mekanisme tata laksana bagi tenaga medis dan kesehatan yang terpapar, bergejala, suspek, atau konfirmasi campak.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More
Drama Lele Mentah MBG

Drama Lele Mentah MBG

31 Mar 2026, 06:00 WIBNews