Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kementerian HAM Pecahkan Rekor Dunia, Pigai: Menterinya Berprestasi Dunia dong?

Kementerian HAM Pecahkan Rekor Dunia, Pigai: Menterinya Berprestasi Dunia dong?
Konferensi Pers Menteri Hak Asasi Manusia terkait isu HAM aktual
  • Menteri HAM Natalius Pigai menolak survei yang menempatkan kinerjanya terbawah hampir dua tahun, dengan menyebut penilaiannya tidak berkualitas dan memiliki kepentingan tertentu.
  • Pigai mengklaim Kementerian HAM meraih Guinness World Records untuk pendidikan dan penyuluhan HAM terbesar di dunia, mengungguli rekor sebelumnya yang dipegang Ekuador.
  • Ia juga menyoroti Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM PBB untuk pertama kali, serta menuding lembaga survei disponsori pihak yang ingin menjatuhkan namanya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mengatakan, Kementerian HAM berhasil meraih penghargaan dari Guinness World Records dalam bidang pendidikan HAM dan Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut dia, kinerjanya telah terbukti secara internasional setelah Indonesia memecahkan rekor dunia tersebut tentang pendidikan dan penyuluhan HAM terbesar.

Hal itu juga, kata dia, sekaligus membantah sejumlah hasil survei yang menempatkan kinerjanya selalu di urutan paling bawah selama hampir dua tahun menjabat. Menurut dia, hasil penilaian dari lembaga survei tersebut tidak berkualitas dan ada kepentingan tertentu dibalik penilaian tersebut.

  1. 1. Pecahkan rekor dunia terkait pendidikan HAM terbesar

    Konferensi Pers Menteri Hak Asasi Manusia terkait isu HAM aktual
    Konferensi Pers Menteri Hak Asasi Manusia terkait isu HAM aktual. (IDN Times/Cantika Lutfiah)

    Pigai mengatakan, pencapaian kementeriannya tersebut mampu mengalahkan rekor negara Ekuador. Menurut dia, pendidikan dan penyuluhan HAM di Indonesia adalah yang terbesar di dunia dengan diberikannya penghargaan tersebut.

    “Kami pecahkan rekor dunia di bidang pendidikan hak asasi manusia terbesar di dunia dan rekor yang kami terima adalah oleh Guinness World Record. Jadi rekor dunia kami kalahkan negara Ekuador. Jadi pendidikan dan penyuluhan di seluruh dunia, kami terbesar nomor satu dengan adanya pemberian penghargaan internasional ini. Berarti menterinya berprestasi dunia dong, ya gak? Bukan survei-survei yang paling terakhir,” kata dia dalam konferensi pers di Gedung Kementerian HAM, Jakarta, pada Senin (24/8/2026).

  2. 2. Pigai pamerkan pencapaian Indonesia menjadi Dewan HAM PBB

    Kementerian HAM Pecahkan Rekor Dunia, Pigai: Menterinya Berprestasi Dunia dong?
    Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai. (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

    Selain rekor dunia, Pigai memamerkan keberhasilan Indonesia yang untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil menjadi Presiden Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Dia menilai posisi tersebut sebagai bentuk pencapaian kepemimpinan multilateral tertinggi setelah Sekjen PBB.

    “Indonesia pertama kali dalam sejarah 80 tahun Republik Indonesia Merdeka, Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ini juga keberhasilan Kementerian HAM,” ujar dia.

  3. 3. Pigai tuding lembaga survei abal-abal dan disponsori

    Seorang pria mengenakan kemeja putih berbicara kepada wartawan di dalam ruangan, dengan beberapa orang di sekitarnya.
    Menteri HAM Natalius Pigai di Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)

    Pigai pun mempertanyakan kredibilitas lembaga survei yang terus-menerus menempatkannya di posisi terbawah. Menurut dia, ada pihak sponsor di belakang lembaga survei yang sengaja ingin menjatuhkan namanya agar kepentingan mereka tidak terhalang.

    “Kalau tingkat dunia saya sudah menang begini, kenapa saya paling buruk? Buruk menurut sponsornya supaya nama saya jatuh di dalam survei-survei. Saya selama ini diam-diam aja. Karena yang survei itu, ada sponsornya di belakang. Mereka titip, Menteri HAM dibikin terakhir aja. Supaya kepentingan mereka bisa lolos. Kalau saya kan kepentingannya tidak bisa lolos, tidak bisa tembus,” ucap Pigai.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More