Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BNPT: 112 Anak Nyaris Direkrut Teroris, Ada yang Siap Lakukan Serangan

BNPT: 112 Anak Nyaris Direkrut Teroris, Ada yang Siap Lakukan Serangan
Kepala BNPT Eddy Hartono (IDN Times/Lia Hutasoit)
Intinya Sih
Gini Kak
  • BNPT mengungkap 112 anak hampir direkrut kelompok teroris lewat gim daring Roblox, dengan sebagian sudah menunjukkan kesiapan melakukan aksi kekerasan akibat doktrin digital.
  • Proses radikalisasi dimulai dari komunikasi di fitur voice chat Roblox lalu berlanjut ke grup pesan seperti WhatsApp dan Telegram untuk penyebaran doktrin lebih intens.
  • BNPT bersama berbagai pihak melakukan rehabilitasi bagi anak-anak terdampak, sementara Roblox menerapkan verifikasi usia dan pembatasan fitur komunikasi sesuai aturan PP Tunas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap temuan serius terkait paparan radikalisme pada anak di ruang digital, yang bahkan berujung pada kesiapan melakukan aksi kekerasan.

Kepala BNPT Eddy Hartono mengungkapkan bahkan ada anak yang sudah siap melakukan serangan, imbas dari doktrin yang didapat dari ruang digital.

“Bahkan temuan kemarin Densus 88 itu, satu orang tuh ada yang siap untuk menyerang institusi tertentulah gitu. Di sini siap mau menyerang, gitu. Bayangin tuh, karena terdoktrin tadi," ujar dia di kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

1. BNPT lakukan rehabilitasi

Kepala BNPT Eddy Hartono
Kepala BNPT, Eddy Hartono (dok. BNPT)

BNPT pun melakukan langkah rehabilitasi dengan menyasar lingkungan terdekat anak. Dia juga menambahkan, upaya itu dilakukan bersama sejumlah pihak.

"Nah, kita lakukan upaya rehabilitasi. Jadi, kita deketin orang tuanya, deketin apa, gurunya, deketin apa, tokoh-tokoh yang ada di rumahnya itu. Jadi, pokoknya lingkungan terdekat anaknya dulu yang kita upayakan supaya jangan sampai mereka ini lanjut terpapar,” ujarnya

2. Ada 112 anak hampir direkrut lewat Roblox

Kepala BNPT Eddy Hartono
Konferensi Pers Penanganan Rekrutmen Secara Online terhadap Anak-Anak oleh Kelompok Terorisme di Gedung Bareskrim Polri pada Rabu (19/11). (Dok. BNPT)

Sebelumnya, BNPT bersama Densus 88 Polri menggagalkan perekrutan 112 anak melalui platform gim daring Roblox. Menurut Eddy, proses radikalisasi berlangsung melalui fitur komunikasi dalam gim yang kemudian berlanjut ke platform lain. Eddy menyebut paparan tersebut ditemukan pada anak-anak yang tersebar di 27 provinsi.

“Ya itu tadi, kalau kan di dalam voice chat, tadi itu kan komunikasi nih. Jadi udah dibangun rasa apa... kepercayaan, segala macam, baru ditarik keluar nih mereka ini,” ujarnya.

3. Komuniasi berlanjut ke aplikasi pesan

Kepala BNPT Eddy Hartono
Konferensi Pers Penanganan Rekrutmen Secara Online terhadap Anak-Anak oleh Kelompok Terorisme di Gedung Bareskrim Polri pada Rabu (19/11). (Dok. BNPT)

Dia menjelaskan, komunikasi itu berlanjut melalui grup di aplikasi pesan.

“Misalnya dalam satu grup melalui WA kek, melalui Telegram. Nah, di situ baru diisi tuh doktrin-doktrin,” kata Eddy.

BNPT memastikan anak-anak yang terpapar telah menjalani proses rehabilitasi secara bertahap.

“Alhamdulillah, udah bertahap secara ini, secara bertahap,” ujarnya.

4. Roblox ikuti aturan yang ada di PP Tunas

ilustrasi terorisme (unsplash.com/@towfiqu999999)
ilustrasi terorisme (unsplash.com/@towfiqu999999)

Hal ini berkenaan dengan perkembangan terbaru, Roblox pasalnya kini telah mengikuti aturan PP Tunas dengan menerapkan verifikasi usia bagi pengguna. Kebijakan ini berdampak pada pembatasan fitur komunikasi, terutama bagi anak yang belum terverifikasi.

Selain itu, konten dalam gim juga dikelompokkan berdasarkan usia untuk mencegah paparan yang tidak sesuai. Pengaturan waktu bermain turut diperkenalkan agar orang tua dapat mengontrol aktivitas anak. Langkah ini diharapkan dapat menekan potensi penyalahgunaan fitur komunikasi yang sebelumnya dimanfaatkan untuk proses rekrutmen dan penyebaran doktrin.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Related Articles

See More