Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Nezar Ungkap Pola Pencurian Data Terbaru: Dicuri Hari Ini, Dibuka Nanti

Nezar Ungkap Pola Pencurian Data Terbaru: Dicuri Hari Ini, Dibuka Nanti
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria. (IDN Times/Herka Yanis)
  • Nezar Patria mengingatkan data terenkripsi dapat dicuri dan disimpan untuk dibuka saat teknologi masa depan mampu memecahkan enkripsi.
  • Pemerintah mengevaluasi arsitektur keamanan siber setelah serangan ransomware terhadap PDNS 2 dan menekankan keamanan sejak perencanaan sistem.
  • AI, termasuk agentic AI, dapat memperkuat pertahanan atau menjalankan serangan siber otomatis, di tengah kebutuhan talenta digital yang besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengingatkan ancaman siber di era komputasi kuantum. Pelaku dapat mencuri dan menyimpan data terenkripsi untuk dibuka pada masa depan ketika teknologi mampu memecahkan sistem enkripsi yang digunakan saat ini.

“Ada data-data yang sudah mereka curi, mereka enggak bisa buka, karena sudah ada enkripsinya. Cuma data itu dia simpan, diambil,” ujar Nezar dalam ITSEC Cyber & AI Academy Grand Launching di Jakarta Selatan, Senin (10/8/2026).

  1. 1. Data dicuri sekarang, dibuka di masa depan

    PXL_20251017_075348877.jpg
    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria (tengah) (IDN Times/Misrohatun)

    Nezar menyebut, praktik tersebut sebagai harvest now, decrypt later. Dalam pola ini, pelaku tidak perlu langsung membuka data yang dicuri. Data terenkripsi disimpan hingga tersedia teknologi yang mampu mendekripsinya. Kondisi tersebut, menurut dia, mengubah cara pandang terhadap keamanan dan perlindungan data.

    “Kita juga harus bersiap-siap, terutama untuk keamanan data kita, untuk sistem kriptografi kita, itu adalah post-quantum cryptography,” kata dia.

  2. 2. Keamanan harus dibangun sejak awal

    WhatsApp Image 2025-07-28 at 15.33.52_054861b6.jpg
    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria (IDN Times/Lia Hutasoit)

    Perkembangan ancaman siber membuat pemerintah mengubah pendekatan dalam pembangunan sistem digital. Pengalaman serangan ransomware terhadap PDNS 2 pada Juni 2024 menjadi pelajaran dalam mengevaluasi arsitektur keamanan siber. Nezar menekankan, keamanan harus diperhitungkan sejak tahap awal pembangunan sistem digital.

    Securitys harus sudah masuk dalam perencanaan,” kata dia.

  3. 3. AI bisa jadi alat serangan siber

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria/IDN Times
    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria/IDN Times

    Ancaman juga berkembang seiring kemajuan kecerdasan artifisial. Nezar mengatakan, AI dapat digunakan untuk memperkuat pertahanan sekaligus melancarkan serangan siber. Perkembangan agentic AI bahkan memungkinkan serangan dilakukan secara otomatis, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada peretas manusia.

    “Yang bekerja bukan lagi hacker, tapi agentic AI yang melakukan serangan-serangan siber itu,” ungkapnya.

    Nezar juga menyoroti kebutuhan talenta digital. Pemerintah memperkirakan kebutuhan talenta mencapai sekitar sembilan juta orang pada 2030, sedangkan kemampuan menghasilkan talenta saat ini baru sekitar tiga juta lebih.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More