Menurut Qodari, Amien Rais yang merupakan tokoh reformasi juga bisa mendapat informasi yang tidak benar dan kemudian menyebarkan ulang atau korban hoaks.
Karier Politik Amien Rais, Dukung Prabowo di Pilpres hingga Isu Teddy

- Amien Rais dikenal sebagai tokoh reformasi 1998, akademisi UGM, dan mantan Ketua Umum Muhammadiyah yang berperan besar dalam lahirnya era demokrasi di Indonesia.
- Ia mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN) pada 1998, menjadi ketua umumnya, serta berperan penting dalam pemilihan Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid.
- Sebagai Ketua MPR 1999–2004 dan pendiri Partai Ummat, Amien kembali disorot setelah videonya soal isu Prabowo–Teddy viral dan dibantah pemerintah sebagai hoaks.
Jakarta, IDN Times - Amien Rais dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Ia merupakan figur sentral dalam gerakan Reformasi 1998, yang mendorong berakhirnya kekuasaan Orde Baru.
Kiprah Amien Rais tidak hanya di politik, tetapi juga di dunia akademik dan organisasi kemasyarakatan, menjadikannya salah satu intelektual berpengaruh di Indonesia.
1. Latar belakang belakang dan karier akademik

Amien Rais menempuh pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan melanjutkan studi ke Amerika Serikat (AS). Ia meraih gelar master di University of Notre Dame serta gelar doktor di University of Chicago.
Selain itu, Amien juga pernah menempuh studi di beberapa kampus lain seperti UCLA dan George Washington University. Kariernya sebagai akademisi berkembang hingga menjadi guru besar ilmu politik di UGM dan dikenal sebagai pakar Timur Tengah.
Sejak masa muda, Amien Rais aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan keislaman. Ia juga terlibat di organisasi Islam terbesar di Tanah Air, Muhammadiyah, hingga akhirnya menjabat sebagai ketua umum PP Muhammadiyah pada 1995–1998. Aktivitas intelektual dan organisasi ini menjadi fondasi kuat bagi kiprahnya di dunia politik nasional.
2. Tokoh reformasi dan pendiri PAN

Nama Amien Rais mencuat luas saat krisis politik 1998. Ia menjadi salah satu tokoh yang vokal mengkritik pemerintahan Presiden Kedua RI, Soeharto, dan mendorong perubahan sistem politik. Perannya dalam reformasi menjadikannya simbol perlawanan terhadap otoritarianisme dan turut berkontribusi pada lahirnya era demokrasi di Indonesia.
Pada tahun yang sama, Amien Rais mendirikan Partai Amanat Nasional (PAN) dan menjadi ketua umum pertama. Partai ini kemudian menjadi salah satu kekuatan politik penting di Indonesia. Ia juga dikenal sebagai “king maker” dalam politik nasional, termasuk dalam proses pemilihan Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada 1999.
3. Eks ketua MPR, dukungan Pilpres, hingga singgung isu kedekatan Prabowo dengan Seskab Teddy

Karier politik Amien Rais mencapai puncak ketika ia menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada 1999–2004. Dalam masa jabatannya, MPR melakukan sejumlah amandemen UUD 1945, termasuk penguatan sistem demokrasi seperti pemilihan presiden secara langsung dan pembatasan masa jabatan presiden.
Dalam perjalanan politik selanjutnya, Amien Rais tetap aktif sebagai tokoh senior. Ia diketahui pernah memberikan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Selain itu, ia juga mendirikan Partai Ummat setelah keluar dari PAN pada 2020 sebagai bentuk kelanjutan perjuangan politiknya.
Sementara, pada Pemilu 2024, Partai Ummat mendukung Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Dukungan ini disampaikan langsung oleh Amien Rais sebagai Ketua Majelis Syura Partai Ummat.
Kini, Amien Rais kembali jadi sorotan publik setelah membahas isu hubungan dekat antara Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. Video pernyataan Amien yang berdurasi sekitar 8 menit itu sempat diunggah melalui kanal YouTube Amien Rais Official. Namun, saat tulisan ini dimuat konten tersebut kini hilang dan sudah tidak bisa diakses. Adapun video itu berjudul "Jauhkan Istana dari Skandal Moral".
Namun, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tegas membantah pernyataan Amien Rais. Komdigi menyebut narasi dalam video Amien merupakan hoaks dan fitnah. "Isi video itu hoaks, fitnah dan mengandung ujaran kebencian," ujar Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid seperti dikutip dari situs resmi Kemkomdigi, Jumat, 1 Mei 2026.
Pihak istana juga menyampaikan bantahan yang senada. Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari, prihatin terhadap pernyataan tokoh Partai Ummat, Amien Rais, yang menuduh Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, memiliki hubungan spesial.
“Kalau saya prihatin ya, setelah melihat video Pak Amien Rais itu, prihatinnya itu adalah Pak Amien Rais sebagai tokoh, sebagai akademisi, sebagai profesor doktor, telah menjadi korban dari hoaks,” ujar Qodari dalam keterangannya, dikutip Minggu, 3 Mei 2026.


















