Lem yang Dihirup 5 Bocah di Surabaya Terbukti Mengandung LSD

Jakarta, IDN Times - Lem yang dihirup lima bocah di Surabaya terbukti mengandung zat adiktif berupa Lysergic Acid Diethylamide (LSD) yang dapat menimbulkan halusinasi.
"Sesaat setelah menghirup lem penggunanya akan merasa `fly`," kata petugas dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr Tanti Melani, seperti dikutip dari Antara, Selasa (20/11).
1. Kandungan LSD bisa mengubah suasana hati dan perilaku pengguna

Menurut Tanti, kandungan LSD atau Asam Lisergat Dietilamida yang ada dalam lem dan masuk melalui hidung, dapat mengubah suasana hati, perasaan, pikiran dan perilaku seseorang.
LSD merupakan jenis bahan kimia yang bersifat halusinogen. Bahan kimia atau obat ini, berbentuk seperti kertas dan biasanya lekat dengan istilah psikadelik.
2. Efek jangka panjang bisa merusak otak dan paru

Tanti menjelaskan, jika penggunaan zat adiktif tersebut terus dilakukan, maka efek jangka panjangnya bisa menyebabkan gangguan dalam tubuh seperti depresi pernafasan, otak dan paru.
"Nanti efeknya itu juga bisa addicted (kecanduan)," katanya.
3. Risma ungkap penyebab fenomena mabuk lem pada anak

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan fenomena ini terjadi di antaranya akibat pengaruh dari faktor lingkungan, seperti hidup di sekitar lingkungan eks lokalisasi.
Bahkan dari hasil pemeriksaan psikolog, lanjut dia, lima anak tersebut diketahui memang mempunyai masalah dengan keluarga. "Jadi mereka dulunya punya masalah dengan keluarga," katanya.
Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini menuturkan biasanya permasalahan anak terjadi karena beberapa faktor di antaranya seperti pengaruh lingkungan, faktor pergaulan dan adanya masalah dengan pihak keluarga.
4. Menyelesaikan masalah keluarga yang dialami anak

Menurutnya, untuk menyelesaikan masalah anak, juga harus diimbangi dengan menyelesaikan masalah keluarga.
"Jadi kita nanti akan selesaikan masalah-masalah dengan para orangtuanya. Tadi saya juga sudah menitip ke (pihak) sekolah, agar dia bisa diterima kembali," katanya.
5. Pemkot Surabaya ambil alih pengasuhan dua anak pengguna lem

Risma menjelaskan, dua anak yang sudah putus sekolah itu selanjutnya akan diambil alih oleh Pemkot Surabaya untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Hal ini dilakukan agar ke depannya, anak-anak ini tidak kembali mengulangi perbuatannya dan mau untuk kembali bersekolah.
"Nanti mungkin saya tawarkan untuk tinggal di kampung anak negeri. Supaya anak-anak ini mungkin punya talenta apa, bisa kita kembangkan dan masih bisa sekolah," katanya.
Permasalahan tersebut, menurut dia, biasanya terjadi pada anak-anak putus sekolah sehingga anak-anak tersebut tidak mempunyai kesibukan dan kemudian terpengaruh dengan hal-hal negatif.


















