Kala Komandan Pasukan Perdamaian Jenguk Anggota TNI yang Terluka

- Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan menjenguk tiga prajurit TNI yang terluka akibat serangan Israel di Lebanon, menegaskan komitmen negara memberi perhatian pada pasukan penjaga perdamaian.
- Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memerintahkan pasukan UNIFIL berlindung di bunker dan menjaga moril setelah markas mereka diserang militer Israel.
- Meski ada desakan penarikan, TNI tetap akan mengirim 756 prajurit untuk rotasi misi UNIFIL pada akhir Mei 2026 sesuai jadwal penugasan satu tahun.
Jakarta, IDN Times - Selain prajurit TNI yang gugur usai terkena proyektil Israel, ada pula sejumlah anggota yang terluka, saat bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Hingga Jumat (3/4/2026), sudah ada delapan prajurit TNI yang terluka.
Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, sempat menjenguk tiga prajurit TNI yang mengalami luka Sabtu, 4 April 2026. Mereka dirawat di Rumah Sakit Saint George, Beirut. Dari dokumentasi yang dibagikan, dua di antaranya masih dalam keadaan tak sadarkan diri.
Ketiga prajurit yang dijenguk yakni Letnan Satu Inf Sulthan Wirdean Maulana, Praka Rico Pramudia dan Praka Deni Rianto.
"Kehadiran tersebut menegaskan komitmen negara khususnya pimpinan TNI untuk senantiasa hadir dan memberikan perhatian kepada prajurit yang bertugas di wilayah misi," ujar Iwan dalam keterangan di akun media sosial PMPP, Minggu (5/4/2026).
Ia berkunjung ke RS Saint George didampingi Duta Besar Indonesia untuk Lebanon, Dicky Komar, DCO Seceast UNIFIL, Kolonel Inf. A Juni Toa dan Direktur Pembinaan OPerasi PMPP TNI, Kolonel Inf Untung Prayitno.
1. Pemerintah berkomitmen berikan perlindungan ke pasukan penjaga perdamaian

Lebih lanjut, Iwan mengatakan, pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan kepada seluruh personel dan berperan aktif dalam mendukung upaya pemeliharaan perdamaian dunia, lewat pengiriman pasukan Garuda.
Pernyataan serupa juga disampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak pada Sabtu malam kemarin mengatakan para prajurit yang dikirim untuk misi UNIFIL merupakan anggota yang terlatih. Para prajurit itu juga paham apa yang harus dilakukan di tengah situasi konflik.
"Gak usah risau. Sebetulnya mereka juga sebetulnya tahu apa yang harus dilakukan," ujar Maruli di Terminatl 3 Soetta, Banten.
Ia menjelaskan setiap penugasan negara, apalagi dalam misi perdamaian dunia di bawah naungan PBB, sudah ada prosedur operasional standar (SOP) mengenai apa yang harus dilakukan di tengah kondisi ketidakpastian.
"Tapi apapun juga semua pasti ada risikonya di tengah-tengah kejadian tersebut. Yang penting doakan saja, mudah-mudahan semua berjalan dengan baik," tutur jenderal bintang empat itu.
2. Panglima TNI beri instruksi pasukan berlindung dalam bunker

Sementara, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sudah memberikan instruksi kepada Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL, Kolonel Inf Raja Gunung Nasution usai markas ikut diserang militer Israel. Instruksi itu disampaikan Agus lewat panggilan video.
Dalam percakapan tersebut, Agus menekankan pentingnya perwira menengah menjaga moril prajurit yang bertugas di misi UNIFIL dan meningkatkan keamanan.
"Jaga moril prajurit yang bertugas di sana. Tetap laksanakan pengamanan intern, masuk ke bunker-bunker dan tidak ada kegiatan lagi ke luar," ujarnya seperti dikutip dari akun media sosial pada Sabtu (4/4/2026).
"Tetap jaga moril prajurit ya agar tetap semangat. Selamat bertugas," lanjutnya.
3. Indonesia tetap kirim 756 prajurit TNI ke misi UNIFIL Lebanon

Sementara, desakan penarikan prajurit TNI dari misi UNIFIL Lebanon mulai terdengar dari tanah Air. Salah satu yang menyampaikan adalah Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Ahmad Muzani.
Tetapi, Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan mengatakan, pihaknya tetap akan memberangkatkan 756 prajurit TNI untuk rotasi pasukan perdamaian di misi UNIFIL.
Rencananya ratusan prajurit TNI itu akan diberangkatkan pada akhir Mei 2026.
"Tanggal 22 Mei ini rencana rotasi akan segera dilaksanakan sesuai dengan waktu penugasan satu tahun. Kan sudah satu tahun lebih pasukan yang sebelumnya berada di sana," ujar Iwan di Cimahi, Bandung, Kamis, 2 April 2026.
Keputusan untuk tetap mengirim pasukan ke misi UNIFIL menjadi tanda tanya bagi publik, sebab tiga prajurit TNI gugur akibat serangan militer Israel. Tiga prajurit itu gugur dalam dua insiden berbeda. Sedangkan delapan prajurit TNI lainnya terluka dan masih mendapat perawatan di rumah sakit.
Sementara, Pemerintah Malaysia memerintahkan pasukannya di UNIFIL agar menghentikan sementara semua kegiatan operasional usai gugurnya tiga prajurit TNI.



















