Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kepatuhan Warga Jakarta Pakai Masker Tinggal 20 Persen

Kepatuhan Warga Jakarta Pakai Masker Tinggal 20 Persen
Ilustrasi memakai masker. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, menjelaskan tingkat kepatuhan masyarakat Jakarta dalam penggunaan masker kian menurun. Dia mengatakan saat ini tercatat ada penurunan 50 persen kepatuhan memakai masker.

"Ya ketaatan terhadap memakai masker, jadi kita diposisi terbaik itu sekitar 70 persen. tapi dalam era sekarang 20-25 persen," ujar Widyastuti dalam dialog virtual yang disiarkan di kanal YouTube BNPB, Kamis (17/6/2021).

1. Kepatuhan sempat tinggi di awal tahun 2021

Seorang warga mengenakan kertas tisu sebagai masker di depan lapak pedagang masker di Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Senin (20/7/2020). ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin
Seorang warga mengenakan kertas tisu sebagai masker di depan lapak pedagang masker di Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Senin (20/7/2020). ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin

Widyastuti menjelaskan angka kepatuhan penggunaan masker tertinggi terjadi pada periode akhir tahun 2020 hingga awal tahun 2021. Kala itu, kepatuhan penggunaan masker di Jakarta ada di posisi 60 hingga 70 persen.

"Memakai maskernya (sekarang) turun jadi 25 persen," ujarnya.

2. Meski sudah divaksin, tetap harus tetap jalankan prokes ya

Seorang karyawan esensial memakai masker pelindung berjalan melewati tulisan 'Heroes Wear Masks' di Melbourne setelah menjadi kota pertama di Australia yang mewajibkan memakai masker pelindung di tempat umum sebagai upaya membatasi penyebaran penyakit virus korona (COVID-19), Australia, Kamis (23/7/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Sandra Sanders)
Seorang karyawan esensial memakai masker pelindung berjalan melewati tulisan 'Heroes Wear Masks' di Melbourne setelah menjadi kota pertama di Australia yang mewajibkan memakai masker pelindung di tempat umum sebagai upaya membatasi penyebaran penyakit virus korona (COVID-19), Australia, Kamis (23/7/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Sandra Sanders)

Dia mengatakan Pemprov DKI Jakarta harus mengampanyekan secara terus menurus bahwa protokol kesehatan jadi suatu yang penting. Meski, sejumlah masyarakat telah mendapatkan vaksinasi COVID-19.

"Terus menurus jadi budaya yang kita lakukan," ujarnya.

3. Ketaatan menurun karena sudah 1,5 tahun dibatasi

Satpol PP memberi sanksi terhadap pelanggar PSBB di Jakarta (Instagram.com/satpolpp.dki)
Satpol PP memberi sanksi terhadap pelanggar PSBB di Jakarta (Instagram.com/satpolpp.dki)

Dia juga mengatakan pengawasan PPKM mikro saat ini terus diperketat di sejumlah tempat umum, terlebih di perkantoran. Sebab, menurutnya masih banyak pelanggaran yang ditemukan.

Dia memahami turunnya rasa kepatuhan masyarakat menjalankan protokol kesehatan bukan tanpa sebab.

"Memang kita warga dalam titik karena sudah 1,5 tahun ini dibatasi aktivitasnya, sehingga pada saat kemarin sempat kondisi menurun, jumlah kasus di DKI menurun, teman-teman ini warga DKI sedikit berkurang ketaatannya terhadap protokol kesehatan," ujar dia.

Share Article
Curated For You

[BREAKING] Kasus COVID-19 di DKI Jakarta Tembus 4.000 Kasus Sehari

17 Jun 2021, 16:33 WIBNews
Topics
Editorial Team
Lia Hutasoit
Jihad Akbar
Lia Hutasoit
EditorLia Hutasoit

Related Articles

See More