Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak ke DPR, Bawa Tritura

Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak ke DPR, Bawa Tritura
Ratusan mahasiswa Trisakti bergerak ke DPR RI membawa Tritura. Massa menuntut pemulihan ekonomi, supremasi sipil, dan evaluasi pejabat negara. (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Intinya Sih
  • Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti melakukan aksi menuju Gedung DPR RI membawa tiga tuntutan rakyat atau Tritura yang dianggap mendesak untuk segera ditindaklanjuti pemerintah.
  • Aksi dimulai dari Monumen 12 Mei Reformasi dengan sekitar 600–700 peserta menggunakan sepeda motor dan metromini, sambil membawa poster serta bendera kampus.
  • Tiga tuntutan utama mencakup pemulihan ekonomi dan politik nasional, pemberantasan inkompetensi pejabat negara, serta pengembalian supremasi sipil yang dinilai penting bagi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti mulai bergerak menuju Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (19/6/2026) siang. Aksi tersebut dilakukan untuk menyuarakan tiga tuntutan rakyat atau Tritura yang dinilai mendesak untuk segera ditindaklanjuti pemerintah.

Massa bergerak dari Monumen 12 Mei Reformasi di Kampus Trisakti sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka menuju kompleks DPR RI menggunakan sepeda motor dan metromini sambil menyalakan klakson sepanjang perjalanan.

Sejumlah mahasiswa terlihat membawa poster bernada satire serta bendera kampus. Aksi ini menjadi bagian dari konsolidasi yang telah dilakukan beberapa hari sebelumnya.

Perwakilan mahasiswa sekaligus Menteri Luar Negeri Kepresma Trisakti, Arief Rizquna, mengatakan jumlah massa yang ikut dalam aksi diperkirakan mencapai ratusan orang.

"Sesuai hasil konsolidasi yang kita laksanakan dua hari yang lalu, eh mahasiswa yang akan hadir, khususnya hari ini, mulai dari titik Trisakti sampai ke sana nanti, yang berkonsolidasi dengan kita kurang lebih ada sekitar 600 sampai 700 massa," kata Arief Rizquna.

Menurut Arief, mahasiswa membawa tiga tuntutan utama yang mereka sebut sebagai Tritura. Tuntutan tersebut meliputi pemulihan ekonomi dan politik nasional, pemberantasan inkompetensi pejabat negara, serta pengembalian supremasi sipil.

Ia menilai berbagai persoalan yang terjadi saat ini tidak dapat diselesaikan hanya dengan melihat satu masalah secara terpisah.

"Tuntutan yang kita bawa, kita sebut sebagai Tritura atau Tiga Tuntutan Rakyat. Kenapa kita mengklasifikasikan sebagai tiga tuntutan? Karena menurut kami, kalau kita mengklasifikasikan sebuah permasalahan di negara ini, mungkin satu, dua, atau tiga buku pun tidak cukup untuk mengklasifikasikan masalah,"ucapnya

Arief menambahkan, ketiga tuntutan tersebut memiliki sejumlah turunan yang berkaitan langsung dengan kondisi masyarakat.

"Dari tiga tuntutan tadi, menurut kita mempunyai banyak turunan. Mulai dari yang pertama, ada kita ingin menurunkan BBM, terus juga kita ingin menurunkan bahan pokok, sampai kita ingin membuat bahwa kebebasan masyarakat sipil hari ini itu harus benar-benar ada dan tentu berkaitan dengan supremasi sipil tadi," bebernya.

Mahasiswa berharap pemerintah dapat merespons berbagai persoalan yang mereka soroti, mulai dari tekanan ekonomi hingga isu kebebasan sipil yang dinilai semakin menjadi perhatian publik.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More