Mata Kanan Andrie Yunus Alami Kekurangan Darah dan Penipisan Kornea

- Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, mengalami kekurangan aliran darah dan penipisan jaringan pada mata kanan akibat serangan air keras di Jakarta Pusat.
- RSCM melakukan operasi terpadu melibatkan tim spesialis mata dan bedah plastik untuk memperbaiki permukaan bola mata serta menutup area terbuka dengan membran amnion.
- Tim medis juga melakukan cangkok kulit dan penjahitan sementara kelopak mata kanan, dengan evaluasi lanjutan dijadwalkan Sabtu untuk memantau pemulihan jaringan secara menyeluruh.
Jakarta, IDN Times - Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkap kondisi terkini Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus yang menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal (OTK) di Jakarta Pusat pada Kamis (12/3/2026) malam.
Kepala Humas RSCM Yoga Nara menjelaskan, mata kanan Andrie Yunus mengalami kekurangan aliran darah.
“Selama perawatan dalam tiga hari terakhir, tim medis menemukan adanya kondisi iskemia (kekurangan aliran darah) kembali pada area bawah (inferior) sklera mata kanan sekitar 40 persen yang menyebabkan penipisan jaringan di sekitarnya,” ujar Yoga dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3/2026).
1. Andrie Yunus dioperasi Rabu

Berdasarkan evaluasi tersebut, RSCM memutuskan untuk melakukan tindakan lanjutan. Operasi dilakukan untuk menjaga kondisi jaringan dan mendukung proses penyembuhan.
“Pada hari Rabu, 25 Maret 2026 pukul 10.00 WIB pasien menjalani tindakan operasi terpadu yang melibatkan tim spesialis mata dan bedah plastik di kamar operasi Kencana,” ujar Yoga.
2. Mata kanan Andrie Yunus juga alami penipisan kornea

Pada tindakan ini, tim mata melakukan pemindahan jaringan dari area dalam mata untuk menutup area terbuka. Serta penempelan membran amnion dan pemasangan kembali lensa pelindung mata.
Yoga menjelaskan, tindakan ini bertujuan untuk memperbaiki permukaan bola mata dan mendukung proses penyembuhan jaringan yang lebih optimal.
“Selama tindakan berlangsung, juga ditemukan adanya penipisan jaringan kornea yang bersifat progresif pada bagian atas hingga sisi luar kornea mata kanan, yang terjadi sebagai dampak dari proses inflamasi yang masih berlangsung,” ujarnya.
3. Evaluasi kondisi luka dilakukan pada Sabtu

Untuk mengatasi kondisi tersebut, dilakukan penempelan membran amnion tambahan serta penjahitan sementara kelopak mata kanan guna melindungi permukaan mata dan memaksimalkan proses pemulihan jaringan.
Dari sisi bedah plastik, dilakukan pembuangan jaringan mati lanjutan (debridement) serta tindakan cangkok kulit pada area mata, dada, dan pundak sebagai bagian dari upaya mempercepat proses penyembuhan luka bakar.
“Evaluasi lanjutan terhadap kondisi luka direncakan akan dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 28 Maret 2026,” ujar Yoga.
Ia menjelaskan, saat ini fokus utama penanganan adalah mempertahankan integritas bola mata kanan serta mengendalikan proses inflamasi agar tidak berkembang lebih lanjut.
Adapun kondisi Andrie secara umum masih dalam pemantauan ketat oleh tim medis multidisiplin, dengan perawatan yang dilakukan secara komprehensif dan berkesinambungan.
“RSCM berkomitmen untuk terus memberikan penanganan medis yang optimal, profesional, dan mengedepankan keselamatan pasien. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada tim medis dalam menangani kasus ini,” lanjutnya.



















