Prabowo Ancam Copot Pejabat yang Korupsi MBG

- Presiden Prabowo menegaskan tidak akan mentolerir korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan siap mencopot pejabat yang terbukti menyalahgunakan anggaran.
- Dalam peresmian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Prabowo mengakui masih ada kekurangan pada pelaksanaan MBG, terutama terkait integritas aparat pengelola dana besar.
- Prabowo meminta masyarakat bersabar menilai hasil program MBG dan Koperasi Merah Putih karena dampak ekonominya baru akan terlihat beberapa tahun mendatang.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak akan memberi toleransi kepada pejabat yang menyalahgunakan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengancam akan mencopot pejabat yang terbukti melakukan korupsi dalam program unggulan pemerintah tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Prabowo mengakui program MBG masih memiliki sejumlah kekurangan. Salah satunya berkaitan dengan integritas aparat yang mengelola anggaran besar.
“Banyak di antara unsur-unsur pimpinan kita, hatinya tidak kuat, integritasnya tidak kuat, imannya tidak kuat berurusan dengan uang, dia lupa. Tetapi saya sudah katakan, pemerintah saya tidak ragu-ragu, siapa pun yang melanggar, yang menyimpang, yang menyalahkan kewenangan akan kita bersihkan, copot dari jabatan,” ujar Prabowo.
Dalam pidatonya, Prabowo meminta masyarakat tidak menilai dampak program MBG dan Koperasi Merah Putih dalam waktu singkat. Ia menegaskan hasil nyata dari program tersebut baru akan terlihat dalam beberapa tahun mendatang.
“Saudara akan lihat apa yang kita buat tahun '25, tahun '26 ini. Jangan sekarang, jangan '29, jangan, nanti 20 tahun lagi saudara nilai apa yang kita buat hari ini, yang kita buat adalah hal-hal yang mendasar. Kita bikin MBG, mendasar,” kata dia.
"Artinya adalah bahwa tiap hari di desa beredar uang. 3.000 kali Rp15.000, Rp45.000 kali 3.000. Saya ulangi, Rp15.000 kali 3.000, ada yang lebih ada yang sedikit berkurang dan sebagainya. 3.000 kali 15.000, Rp45 juta tiap hari. Tiap hari. Dan di situ ada 5 hari seminggu kali 4, 20. 20 hari kali Rp45 juta ya, Rp45 juta kali 20 berarti Rp900 juta tiap bulan kali 12, 12 kali Rp900 juta (=) Rp10 miliar. Ya, Rp10,8 miliar beredar di desa itu," sambungnya.
Prabowo mengatakan, anggaran sebesar itu lebih baik dialirkan ke setiap daerah untuk MBG dan Koperasi Merah Putih.
"Kalau kita pakai yang mereka katakan harus pasar bebas, neoliberal, pasar bebas, di mana modal besar yang akan berkuasa. Uangnya rakyat akan tersedot, berangkat-berangkat ujungnya ke luar negeri. Uangnya kelebihannya tidak masuk ke kita. Saudara-saudara, MBG ditambah dengan Koperasi Desa Merah Putih ini akan membangkitkan ekonomi kita," ucap dia.

















