"Rasuna Said itu nantinya kita persiapkan juga untuk menjadi car free day seperti Sudirman-Thamrin,” ujar Pramono di Balai Kota, Rabu, 6 Mei 2026.
CFD Rasuna Said Bikin Pengunjung Sudirman-Thamrin Turun 52 Persen

- CFD di Jalan HR Rasuna Said sukses mengurangi kepadatan di Sudirman-Thamrin, dengan penurunan pengunjung sekitar 52 persen setelah pelaksanaan perdana pada Mei 2026.
- Keberadaan CFD Rasuna Said memberi alternatif ruang olahraga dan publik baru bagi warga, sekaligus menunjukkan peningkatan kualitas udara dibandingkan hari kerja biasa.
- Pemprov DKI akan evaluasi fasilitas CFD Rasuna Said terkait parkir liar, penataan UMKM, serta penggunaan jalur Transjakarta, sambil menyiapkan dasar hukum pelaksanaannya.
Jakarta, IDN Times - Pelaksanaan car free day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, disebut berhasil mengurangi kepadatan pengunjung di kawasan Sudirman-Thamrin.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan keberadaan CFD di Rasuna Said membuat aktivitas masyarakat tidak lagi terpusat di Sudirman-Thamrin.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa HBKB di HR Rasuna Said dapat memecah konsentrasi penumpukan masyarakat di Sudirman-Thamrin, sehingga aktivitas warga lebih tersebar,” ujar Syafrin di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).
Table of Content
1. Jumlah pengunjung CFD Sudirman-Thamrin turun 52 persen

Berdasarkan data Dishub DKI, jumlah pengunjung CFD tingkat provinsi di koridor Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin turun dari 29.256 orang pada 3 Mei 2026, menjadi 13.759 orang pada 10 Mei 2026. Jumlah tersebut menunjukkan penurunan sekitar 52,97 persen setelah CFD di Rasuna Said mulai digelar.
Syafrin menilai keberadaan koridor baru CFD di Rasuna Said membuat masyarakat memiliki alternatif lokasi olahraga dan ruang publik baru. Dengan begitu, aktivitas warga saat CFD tidak lagi menumpuk di satu kawasan. Selain itu, Syafrin mengungkapkan, ada perubahan kualitas udara saat pelaksanaan CFD tersebut.
“HBKB di Jalan HR Rasuna Said menambah alternatif ruang olahraga dan ruang publik bagi masyarakat. Hasil pengukuran kualitas udara di sekitar lokasi saat pelaksanaan HBKB juga tercatat lebih baik dibandingkan hari kerja,” ungkapnya.
2. Pemprov DKI akan lakukan evaluasi fasilitas CFD Rasuna Said

Meski dinilai memberi dampak positif, pelaksanaan CFD di Rasuna Said masih menyisakan sejumlah evaluasi. Mulai dari parkir liar, penataan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), hingga penggunaan lajur bus Transjakarta oleh pelari dan pesepeda.
Syafrin mengatakan seluruh kendala tersebut akan ditindaklanjuti bersama tim kerja HBKB lintas perangkat daerah. Terlebih lagi, Pemprov DKI juga tengah menyiapkan payung hukum sebagai dasar pelaksanaan HBKB di Jalan Rasuna Said.
“Perbaikan fasilitas pendukung dan pengaturan kegiatan masyarakat akan dilakukan agar pelaksanaan HBKB di Rasuna Said berlangsung lebih aman, nyaman, dan tertib,” kata dia.
3. Pramono siapkan Rasuna Said area Car Free Day seperti Sudirman-Thamrin

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan kawasan Jalan HR Rasuna Said sebagai lokasi baru car free day (CFD). Kebijakan ini menjadi upaya memperluas ruang publik bagi masyarakat selain kawasan Sudirman–Thamrin.
Rencana tersebut mulai diperkenalkan bersamaan dengan pelaksanaan instruksi gubernur (Ingub) terkait pemilahan sampah dari sumber pada 10 Mei 2026. Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Menurut Pramono, penambahan lokasi CFD ini bertujuan memberikan lebih banyak pilihan bagi warga Jakarta untuk berolahraga dan beraktivitas di ruang terbuka. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mendorong gaya hidup sehat di tengah masyarakat perkotaan.
"Sehingga masyarakat Jakarta mempunyai banyak pilihan, termasuk pada waktunya saya akan umumkan ada perubahan jam untuk car free day dan mudah-mudahan masyarakat Jakarta semakin sehat," katanya.



















