Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mendagri: Kesehatan Jiwa Anak-Remaja Perlu Jadi Perhatian Pemda

Mendagri: Kesehatan Jiwa Anak-Remaja Perlu Jadi Perhatian Pemda
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri Sinkronisasi Koordinasi dan Pengendalian (SKP) Pencegahan dan Penanganan Masalah Kesehatan Jiwa pada Anak dan Remaja. Forum tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta, Kamis (5/3/2026) (dok. Kemendagri)
Intinya Sih
  • Mendagri Tito Karnavian menegaskan pentingnya isu kesehatan jiwa anak dan remaja agar jadi prioritas pemda, termasuk pengalokasian anggaran khusus dalam APBD untuk mendukung program tersebut.
  • Kemendagri akan menerbitkan surat edaran yang mengatur peran pemda dalam menangani kesehatan jiwa anak dan remaja, melibatkan berbagai kementerian serta lembaga terkait untuk sinkronisasi program.
  • Pemerintah mengusulkan mekanisme penghargaan dan insentif bagi daerah yang berhasil menjalankan program kesehatan jiwa secara optimal guna memotivasi pemda lebih serius menangani isu ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN TimesMenteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menegaskan pentingnya menjadikan isu kesehatan jiwa anak dan remaja sebagai salah satu perhatian utama pemerintah daerah (pemda). Ia menekankan kepala daerah perlu memberikan dukungan terhadap isu tersebut, termasuk menyediakan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Hal itu disampaikan Tito pada Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri Sinkronisasi Koordinasi dan Pengendalian (SKP) Pencegahan dan Penanganan Masalah Kesehatan Jiwa pada Anak dan Remaja di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Kamis (5/3/2026).

“Jadi, kalau ingin kita membuat itu diprogramkan, maka harus dialokasikan uangnya pada saat perencanaan APBD,” ujar Tito.

1. Bagi daerah yang punya fiskal terbatas, diperlukan intervensi dari pemerintah pusat

Ilustrasi gangguan kesehatan mental (IDN Times/Rizka Yulita & Anjani Eka Lestari)
Ilustrasi gangguan kesehatan mental (IDN Times/Rizka Yulita & Anjani Eka Lestari)

Ia menyadari, kemampuan fiskal masing-masing daerah sangat beragam. Menurutnya, bagi daerah yang memiliki keterbatasan fiskal, diperlukan intervensi dari pemerintah pusat agar program tersebut tetap dapat berjalan.

Selain itu, Mendagri menekankan perlunya memberikan pemahaman kepada para kepala daerah terkait pentingnya isu tersebut sehingga dukungan yang diberikan dapat optimal. Karena itu, ia mengusulkan perlunya pertemuan khusus secara virtual dengan kepala daerah untuk membahas isu tersebut. “Nanti kita akan mengundang, supaya mereka (kepala daerah) wajib hadir,” jelasnya.

2. Kemendagri akan terbitkan surat edaran soal peran pemda terhadap isu kesehatan jiwa

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. (Dok. Satgas PRR)

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan mengawal agar isu tersebut masuk ke dalam APBD. Pihaknya juga bakal menerbitkan surat edaran terkait peran pemda dalam merespons isu kesehatan jiwa anak dan remaja. Penjelasan mengenai peran tersebut akan melibatkan kementerian maupun lembaga terkait.

“Katakanlah Kementerian PPPA mungkin, atau Kementerian Kesehatan, atau Menko, Menko PMK. Apa yang harus mereka lakukan? Karena semua harus rigid programnya apa yang harus mereka lakukan,” ujarnya.

3. Usul penerapan mekanisme penghargaan dan insentif bagi daerah yang berhasil menjalankan program

IMG-20260210-WA0003.jpg
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian (dok. Kemendagri)

Di sisi lain, ia mengusulkan penerapan mekanisme penghargaan dan insentif bagi daerah yang berhasil menjalankan program kesehatan jiwa anak dan remaja secara optimal. Menurutnya, langkah tersebut dapat memotivasi Pemda untuk lebih serius menangani isu tersebut.

Turut hadir dalam forum tersebut Menteri Koordinator (Menko) PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, serta Irwasum Polri Komjen Pol Wahyu Widada.

Di akhir pertemuan tersebut, sembilan menteri yang hadir menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More