Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mendagri Minta Praja IPDN Kerja Keras Bantu Layanan di Aceh Tamiang

IMG-20260105-WA0030.jpg
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian saat memimpin apel pembukaan Tim Satuan Tugas (Satgas) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kompleks Perkantoran Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026) (dok. Kemendagri)
Intinya sih...
  • Tito menekankan tiga aspek indikator keberhasilan pemulihan daerah terdampak bencana
  • Keberadaan praja untuk membantu pemulihan layanan publik sekaligus dukungan moril jajaran Forkopimda
  • Mendagri membuka opsi kirim praja ke daerah terdampak lainnya sebagai komitmen Kemendagri dalam mendukung pemulihan pascabencana
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesMenteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian meminta Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk terus bekerja keras membantu memulihkan layanan publik di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang. Menurutnya, peran para praja tersebut penting untuk mendorong pemulihan yang lebih cepat.

Hal itu disampaikan Tito saat memimpin apel pembukaan Tim Satuan Tugas (Satgas) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kompleks Perkantoran Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026).

1. Tiga aspek indikator keberhasilan pemulihan daerah terdampak bencana

1.138 Praja IPDN dikirim ke Aceh Tamiang
1.138 Praja IPDN dikirim ke Aceh Tamiang (IDN Times/Maya Auliq Aprilianti)

Tito menjelaskan, indikator keberhasilan pemulihan daerah terdampak bencana diukur dari tiga aspek, yakni berjalannya fungsi pemerintahan secara normal, terkoneksinya sarana publik, serta kembalinya aktivitas perekonomian masyarakat. Dalam konteks ini, ia mengapresiasi kiprah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang telah melakukan berbagai upaya untuk membantu pemulihan di daerah terdampak bencana.

“Saya paham betul Bapak Menkes bekerja sangat keras sekali, tapi biasa beliau bekerja tanpa kamera, tanpa ekspos. Padahal luar biasa, semua rumah sakit umum daerah di 52 yang terdampak hampir semuanya kembali normal,” ujar dia.

Senada dengan itu, Mendagri juga mengapresiasi langkah cepat Kementerian UMKM dalam mendampingi pelaku usaha terdampak bencana. Melalui pendampingan intensif, aktivitas pasar, warung, toko, hingga restoran di sejumlah daerah mulai kembali berjalan.

2. Keberadaan praja untuk membantu pemulihan layanan publik sekaligus dukungan moril jajaran Forkopimda

IMG-20260105-WA0031.jpg
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian saat memimpin apel pembukaan Tim Satuan Tugas (Satgas) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kompleks Perkantoran Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026) (dok. Kemendagri)

Tito menekankan, keberadaan para praja di Aceh Tamiang bertujuan membantu pemulihan layanan publik sekaligus memberikan dukungan moril bagi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ia memastikan, Kemendagri akan mendukung pemulihan pascabencana bersama pemerintah daerah (Pemda) setempat.

“Kali ini kita buat apel untuk membangkitkan semangat, supaya sahabat-sahabat kita, teman-teman kita, Pak Bupati dan Forkopimda tidak merasa sendiri. Kemudian saudara-saudara kita di pengungsian tidak merasa sendiri,” ungkap Tito.

3. Mendagri buka opsi kirim praja ke daerah terdampak lainnya

WhatsApp Image 2025-12-31 at 12.26.36 PM.jpeg
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian Serahkan Bantuan ke Desa Geudumbak Kecamatan Langkahan, Aceh Utara (dok. Kemendagri)

Apabila proses pemulihan berlangsung cepat, tidak menutup kemungkinan para praja akan ditugaskan ke daerah lain yang juga terdampak bencana, seperti Aceh Utara, Aceh Timur, hingga Gayo Lues. Hal ini merupakan komitmen Kemendagri bersama seluruh pihak dalam mendukung pemulihan pascabencana.

“Terima kasih banyak, dan ke depan kita harus semangat terus. Inilah pengabdian, sekali lagi, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk bisa mengabdi, memberikan dharma baktinya,” tandas Mendagri.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta jajaran Forkopimda se-Kabupaten Aceh Tamiang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in News

See More

Potret Demo Warga Venezuela di Depan Pengadilan New York

06 Jan 2026, 07:15 WIBNews