Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mendikdasmen: Pemerataan Akses PAUD Jadi Fokus Negara ASEAN

Mendikdasmen: Pemerataan Akses PAUD Jadi Fokus Negara ASEAN
Mendikdasmen Abdul Mu'ti meluncurkan Peta Jalan Bersama ASEAN-SEAMEO tentang Pendidikan dan Pengasuhan Anak Usia Dini di Asia Tenggara di Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
  • Menteri Abdul Mu’ti menegaskan fokus ASEAN pada pemerataan akses dan peningkatan kualitas PAUD, terutama bagi anak-anak di daerah kurang terlayani.
  • Pendekatan pembelajaran PAUD diarahkan berbasis bermain dan berpusat pada anak, dengan peningkatan kompetensi tenaga pendidik serta lingkungan belajar yang inklusif.
  • Peta jalan ASEAN–SEAMEO disusun sebagai panduan praktis untuk memperkuat sistem PAUD regional, menegaskan investasi di anak usia dini sebagai fondasi masyarakat tangguh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan penguatan sistem Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kawasan Asia Tenggara kini diarahkan pada pemerataan dan kualitas. Seperti memastikan akses PAUD benar-benar merata dan memperbaiki kualitas layanan yang menyentuh tumbuh kembang anak secara utuh.

Hal itu disampaikan Mu’ti dalam peluncuran Peta Jalan Bersama ASEAN–SEAMEO tentang Pendidikan dan Pengasuhan Anak Usia Dini di Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2026).

“Banyak negara, termasuk Indonesia, terus fokus pada perluasan akses yang merata, terutama bagi anak-anak di daerah yang kurang beruntung dan kurang terlayani, sambil mempromosikan layanan terintegrasi yang mencakup pendidikan, kesehatan, gizi, dan perlindungan anak," ucap Mu'ti di Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2026).

1. Meningkatkan kualitas PAUD melalui pendekatan berbasis bermain

Meningkatkan kualitas PAUD melalui pendekatan berbasis bermain
Mendikdasmen Abdul Mu'ti meluncurkan Peta Jalan Bersama ASEAN-SEAMEO tentang Pendidikan dan Pengasuhan Anak Usia Dini di Asia Tenggara di Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Mu’ti menjelaskan, perluasan akses ini harus berjalan beriringan dengan penguatan kualitas pembelajaran di PAUD. Menurutnya, pendekatan yang didorong bukan lagi meniru pola belajar di jenjang sekolah dasar, melainkan berbasis bermain (play-based learning) dan berpusat pada anak.

“Upaya juga sedang dilakukan untuk meningkatkan kualitas PAUD melalui penguatan pendekatan berbasis bermain dan berpusat pada anak, meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan tenaga kerja PAUD, serta mempromosikan lingkungan belajar yang inklusif dan responsif secara budaya.” katanya.

2. Peta jalan untuk panduan

Peta jalan untuk panduan
Mendikdasmen Abdul Mu'ti meluncurkan Peta Jalan Bersama ASEAN-SEAMEO tentang Pendidikan dan Pengasuhan Anak Usia Dini di Asia Tenggara di Jakarta Pusat, Kamis (9/5/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Menurut Mu’ti, arah penguatan ini sejalan dengan semangat kolaborasi kawasan melalui ASEAN dan SEAMEO yang mendorong penguatan sistem PAUD secara menyeluruh, bukan parsial. Oleh karena itu, peta jalan ini disusun bukan sebagai naskah normatif, melainkan panduan praktis yang bisa langsung diterjemahkan di tingkat nasional masing-masing negara, tanpa lepas dari arah bersama kawasan.

"Dokumen ini dirancang tidak hanya sebagai referensi strategis, tetapi juga sebagai panduan praktis yang memungkinkan kontekstualisasi di tingkat nasional sambil menjaga keselarasan dengan prioritas regional kita bersama," ujarnya.

3. Berinvestasi di anak usia dini adalah fondasi

Berinvestasi di anak usia dini adalah fondasi
Ilustrasi siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Semarang. (IDN Time/bt)

Mu’ti berharap dokumen ini tak hanya menjadi arsip regional, tetapi benar-benar dipakai sebagai rujukan utama dalam perencanaan PAUD di negara-negara Asia Tenggara.

“Berinvestasi di anak usia dini adalah fondasi membangun masyarakat yang inklusif dan tangguh. Kita ingin memastikan setiap anak di kawasan ini punya kesempatan yang sama sejak awal hidupnya,” kata Mu’ti.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
Fahreza Murnanda
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta
Follow Us

Latest in News

See More