Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menkes Sebut Dokter Bukan Alumni FK Setempat Kerap Kena Perundungan

Menkes Sebut Dokter Bukan Alumni FK Setempat Kerap Kena Perundungan
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta, Rabu (24/6/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Menkes Budi Gunadi Sadikin menyoroti maraknya perundungan di kalangan dokter, terutama dari senior terhadap junior, termasuk tekanan bagi dokter nonalumni FK setempat yang ingin bekerja di daerah lain.
  • Budi mengungkap ketimpangan besar pendapatan tenaga medis antarwilayah, dengan contoh tunjangan dokter spesialis yang bisa berbeda hingga puluhan kali lipat antara satu kabupaten dan lainnya.
  • Ia juga menyoroti distribusi izin praktik yang tidak merata, di mana dokter senior memegang banyak SIP sementara dokter muda kesulitan mendapatkan tempat praktik karena kuota sudah penuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin mengungkap, kasus perundungan menjadi satu fenomena yang kerap dikelulahkan di kalangan dokter. Ironisnya, sebagian besar kasus perundungan berasal dari dokter senior.

Menurut Budi, terdapat beragam tekanan yang sedianya dialami banyak tenaga medis di Indonesia, misalnya ancaman tuntutan dari pasien, adanya ancaman fisik di daerah konflik, serta perundungan di antara sesama sejawat.

"Jadi yang menarik adalah ada ancaman dari pasien kalau dia tuntut. Ini yang kita mesti jaga dan kita mesti lindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan. Ada ancaman fisik, belum tentu dari pasien, ini juga kita mesti jaga, terutama ini di daerah konflik. Yang paling menarik, ada ancaman pembullyan dari sesama teman sejawat, dan ini tinggi," kata Budi dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi IX DPR RI, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

1. Fonomena tekanan yang dialami dokter bukan alumni FK setempat

DRA_3194 copy.jpg
Keynote speech oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin Dok. Internal IDN (2026)

Budi juga mengungkap satu fenomena yang terjadi di kalangan dokter. Misalnya, tekanan juga akan dialami oleh seorang dokter yang mau masuk ke daerah lain, tetapi bukan berasal dari alumni Fakultas Kedokteran di daerah tersebut.

"Ini kita dengar, misal ada satu dokter mau masuk ke daerah lain yang bukan FK-nya dia, oh ditekan di sana. Atau dia masuk mau kerja, ada seniornya, ditekan," kata dia.

Menurut dia, fenomena seperti ini paling sering dikeluhkan di kalangan dokter. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memiliki tanggungjawab untuk menyelamatkan dokter-dokter, khususnya dokter muda yang mengalami perundungan.

"Dan itu adalah merupakan gangguan yang paling banyak yang kita secara sistematis pun harus melindungi. Terutama bagi dokter-dokter muda dan dokter-dokter yang ditugaskan di tempat lain," tutur Menkes.

2. Menkes soroti besaran ketimpangan pendapatan dokter

Menkes Budi Gunadi
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Budi turut menyoroti besarnya ketimpangan pendapatan di kalangan tenaga medis. Budi menyebut terdapat dokter yang memperoleh pendapatan sangat besar, sementara sebagian lainnya hanya mendapatkan penghasilan yang relatif kecil.

Sebagai contoh, Budi mengungkapkan adanya perbedaan tunjangan dokter spesialis di sejumlah daerah. Di Kabupaten Bone, tunjangan dokter spesialis tercatat sebesar Rp 3 juta, sedangkan di Kabupaten Mahakam Ulu mencapai Rp 80 juta.

"Ini adalah salah satu bidang di mana gap-nya tinggi sekali. Mungkin bisa ribuan kali antara yang paling atas dan paling bawah. Nah, ini yang menurut saya itu harus ditata karena kita dengar adalah yang mengeluh di bawah. Kenapa? Karena memang distribusinya yang luar biasa timpang," kata dia.

3. Soroti distribusi kesempatan izin praktik

Menkes Budi Gunadi
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di acara Indonesia Summit 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Ia juga menyinggung perbedaan tunjangan dokter gigi di beberapa daerah. Menurut Budi, terdapat daerah yang hanya memberikan tunjangan sekitar Rp 1 juta, sementara daerah lain mampu memberikan hingga Rp 30 juta.

Selain soal tunjangan, Menkes juga menyoroti distribusi kesempatan praktik dokter. Ia mengatakan masih terdapat dokter yang memiliki Surat Izin Praktik (SIP) di beberapa fasilitas kesehatan sekaligus, sementara dokter muda kesulitan mendapatkan tempat praktik karena kuota yang tersedia sudah terisi.

"Ada dokter muda mau masuk enggak bisa karena SIP-nya sudah terisi oleh dokter-dokter yang lama. Padahal dokter-dokter yang lama itu mungkin kerjanya enggak penuh di rumah sakit. Dan itu mendapatkan hasil penghasilannya mungkin 3.000 kali lipat dibandingkan dokter baru yang mau masuk," kata dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More