Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Menko Djamari Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla

Menko Djamari Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago. (IDN Times/Santi Dewi)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Menko Polkam Djamari Chaniago menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk karhutla, termasuk di Kalimantan Barat yang berpotensi mengganggu Bandara Supadio, dengan pelaksanaan menyesuaikan kondisi dan jadwal penerbangan.
  • Pemerintah menekankan penanganan karhutla sebagai tanggung jawab bersama. Operasi lapangan harus memperhatikan kondisi api, arah angin, dan faktor teknis untuk mencegah korban.
  • Menteri Lingkungan Hidup akan membasahi area rawan, termasuk gambut, melalui canal blocking. BMKG memprediksi El Niño hingga awal 2027 dan memperluas OMC untuk mengantisipasi karhutla serta kekeringan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, mengatakan, pihaknya bakal menerapkan sejumlah langkah untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Salah satu area yang terdampak berada di Kalimantan Barat. Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), karhutla di Kalbar bisa memengaruhi operasional Bandara Supadio.

"Sekarang, kami terus melakukan operasi pengintaian. Bahkan, operasi modifikasi cuaca (OMC) juga sudah disiapkan dan tinggal menunggu kondisi yang memungkinkan," kata Djamari ketika memberikan keterangan di Jakarta pada Senin (3/8/2026).

Purnawirawan jenderal di TNI Angkatan Darat (AD) itu mengatakan, OMC bisa segera dilakukan pada sore hari bila kondisi mendukung. Namun, kata dia, OMC sebaiknya dilakukan malam hari agar dikoordinasikan dengan pihak bandara. Djamari tak ingin proses OMC mengganggu aktivitas penerbangan.

"Modifikasi cuaca sangat penting karena dengan hujan buatan itu bisa segera menyelesaikan masalah ini," kata dia.

1. Penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama

Menko Djamari Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla
Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono padamkan api karhutla. (IDN Times/Teri).

Djamari menekankan, penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dia pun turut mengajak media mengedukasi publik agar lebih peduli terhadap isu lingkungan.

"Ini adalah pekerjaan kita bersama. Saya minta rekan-rekan pers mengajak masyarakat agar peduli terhadap persoalan ini. Kalau bicara soal lingkungan ada keselamatan manusia," kata dia.

Dia juga mengingatkan agar tidak ada lagi sikap abai terhadap lingkungan dengan alasan kepemilikan lahan atau ketidakterlibatan dalam persoalan tersebut. Menurut dia, karhutla merupakan kepentingan bersama yang harus ditangani secara kolektif.

Djamari juga meminta pimpinan di lapangan untuk memastikan setiap langkah operasional dilakukan dengan memperhatikan kondisi api, arah angin dan faktor teknis lainnya.

"Dikendalikan betul oleh pimpinan, jangan dilepas begitu saja. Intinya, jangan sampai ada korban," kata dia.

2. Menteri Lingkungan Hidup bakal membasahi area yang rentan terbakar

Jumhur Hidayat, Menteri Lingkungan Hidup
Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat ketika berbicara di kegiatan Indonesia Net-Zero Summit (INZS) 2026. (IDN Times/Santi Dewi)

Sementara, Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, mengungkap strateginya untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di puncak fenomena El Niño. Ketika El Niño berlangsung, maka musim kemarau jauh lebih kering.

Selain kebakaran hutan dan lahan, El Niño turut memicu terjadinya kekeringan air. Jumhur mengatakan bakal membasahi lahan yang ada.

"El Niño itu kan kering ya. Maka, area yang berpotensi terbakar akan kami basahi. Apa sih yang potensial (terbakar) yakni hutan hingga lahan gambut. Kalau area tersebut kering, bila ada api yang menyala maka akan merambat hingga bermeter-meter ke dalam seperti bara api," kata Jumhur.

Aliran air yang berada di area yang rentan terbakar bakal dibendung agar tak langsung mengalir ke sungai. Alat yang digunakan untuk membendung air tersebut dinamakan 'canal blocking.'

"Sehingga air tidak ke sungai, tetapi menggenangi area tersebut. Sudah ada lebih dari 400 perusahaan pemilik konsesi, entah itu di hutan tanaman industri hingga sawit. Kami sudah mengundang owner atau eksekutifnya dan memberikan briefing," kata dia.

Di dalam pertemuan itu, Jumhur menyampaikan agar tidak terjadi kebakaran lahan dan hutan di area konsesi yang dimiliki. Bila terjadi, kata Jumhur, maka proses yang akan terjadi tidak akan mudah.

"Kedua, saya sampaikan ke owner perusahaan pemilik konsesi ini tolong bila di tempat kalian ada open access milik masyarakat, agar dibantu. Sebab bila terjadi kebakaran 100-200 meter dari wilayah konsesi dan menyebar ke dalam area konsesi, maka Anda juga salah," kata dia.

3. Fenomena El Niño akan bertahan hingga kuartal pertama 2027

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani. (dok. BMKG)
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani. (dok. BMKG)

Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Niño akan bertahan setidaknya hingga awal kuartal pertama tahun 2027. Puncak intensitas, diprediksi melebihi kategori kuat. Potensi kekeringan ini dapat semakin diperparah dengan potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada periode September hingga Desember 2026.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan, pihaknya memperkuat langkah mitigasi melalui OMC di berbagai wilayah prioritas Indonesia. Selain itu, BMKG juga menggalang respons cepat dan terintegrasi dari seluruh pihak guna mengantisipasi lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.

"BMKG mengambil langkah proaktif dengan memperkuat dan memperluas OMC sebagai bentuk komitmen mitigasi bencana hidrometeorologi secara terpadu di Indonesia," ujar Faisal di Jakarta.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More