Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menular dari Percikan Ludah, Ini Jarak Aman dari Virus Corona

Menular dari Percikan Ludah, Ini Jarak Aman dari Virus Corona
IDN Times/Sukma Shakti

Jakarta, IDN Times - Konsultan paru dan penyakit dalam, dr. Telly Kamelia, menghimbau agar masyarakat tidak panik dalam menghadapi penyebaran virus corona atau COVID-19. Telly lebih menekankan agar masyarakat waspada serta menjaga kesehatan.

Salah satu kewaspadaan yang harus diperhatikan adalah menghindari kontak langsung dengan pasien kasus suspect, kasus diawasi mau pun kasus positif. 

Ia menjelaskan, yang dimaksud dengan kontak langsung yaitu menjaga diri dari para orang yang terpapar virus corona dengan jarak tertentu. Telly menjelaskan, jarak aman tersebut adalah lebih dari dua meter.

"Dimulai dari jarak satu meter, paling jauh itu (droplet) terbang karena dia berat, paling jauh dua meter," tuturnya saat menjadi pembicara di diskusi Virus Corona (COVID-19): Waspada dan Jangan Panik oleh Pengurus Pusat Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE) di Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (6/3).

1. Jarak terlalu dekat dengan penderita dan daya tahan tubuh rendah bisa sebabkan penularan

Dokter Konsultan Paru Penyakit Dalam Telly Kamelia (IDN Times/Aldzah Aditya)
Dokter Konsultan Paru Penyakit Dalam Telly Kamelia (IDN Times/Aldzah Aditya)

Cara penularan virus corona dapat terjadi dari droplet atau percikan ludah yang keluar dari manusia. Dengan demikian jarak aman tersebut dibutuhkan. Virus corona dapat menular dari percikan ludah, sehingga apabila jarak terlalu dekat dan daya tahan tubuh sedang turun maka akan bisa terinfeksi.

"Droplet itu adalah dia menular dari percikan ludah, jadi kalo dari manusia ke manusia lain, dia dekat jarak satu meter, berbicara atau lagi sangat dekat, itu kalo daya tahannya turun, besoknya lawan bicaranya bisa kena," tutur perempuan yang juga menjadi Staff Ahli Divisi Respirologi dan Penyakit Kritis Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

2. Orang yang sakit lebih diutamakan untuk menggunakan masker

ilustrasi warga menggunakan masker (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
ilustrasi warga menggunakan masker (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Ia mengatakan, penggunaan masker dapat menjadi langkah pencegahan penularan virus corona. Namun, dengan kelangkaan masker yang sedang terjadi, ia mengimbau agar orang dengan sakit-lah yang didahulukan untuk menggunakannya.

Masker yang dianjurkan oleh pihak kesehatan adalah masker bedah dan masker N95. Sebab, masker medis memiliki pori-pori yang lebih besar, sehingga bisa melindungi infeksi karena droplet.

Lalu, masker N95 memiliki pori-pori yang lebih kecil, sehingga mampu memproteksi sebesar debu. Sehingga, masker N95 bagus untuk proteksi dari infeksi karbon. Infeksi karbon itu adalah disebabkan oleh penyebab infeksi yang terbang di udara.

"Karena telah disadari, sebagian kasus (virus corona) ternyata menular lewat infeksi karbon, maka bisa pakai N95," ujarnya.

3. Hindari bepergian apabila tidak terlalu mendesak

Ilustrasi Masker (IDN Times/Sunariyah)
Ilustrasi Masker (IDN Times/Sunariyah)

Telly mengimbau agar masyarakat tidak berpergian apabila memang tidak memiliki kepentingan mendesak. Hal itu untuk menghindari kontak langsung dengan orang-orang yang terinfeksi virus corona.

"Pada saat berada di keramaian, orang yang sehat diperbolehkan menggunakan masker karena tidak mengetahui kapan akan berpapasan dengan orang terinfeksi," jelasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Isidorus Rio Turangga Budi Satria
Aldzah Fatimah Aditya
Isidorus Rio Turangga Budi Satria
EditorIsidorus Rio Turangga Budi Satria
Follow Us

Related Articles

See More

Trump Kasih Iran Deadline Sepekan buat Teken Proposal AS

07 Mei 2026, 22:08 WIBNews