Mitigasi Bencana, KAI Daop 1 Jakarta Siaga Alat Material di 29 Titik

Jakarta, IDN Times — PT KAI Daop 1 Jakarta menyiapkan sejumlah alat material siaga (AMUS) yang ditempatkan di beberapa titik rawan banjir dan tanah longsor. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi bencana hidrometorologi menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022.
“Untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan daerah rawan, Daop 1 Jakarta menyiapkan AMUS yang ditempatkan di lokasi rawan apabila terjadi hambatan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, amblesan dan tanah longsor,” kata Kahumas KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa dalam keterangan tertulis, Selasa (20/12/2022).
1. AMUS disiapkan di 29 titik

Eva menjelaskan Amus yang disiapkan berupa batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi (untuk jembatan), alat penambat rel, dan alat berat lainnya yang disiagakan di 29 titik.
Alat mitigasi tersebut disiagakan di Rangkasbitung, Tanahabang, Tanjung Priok, Pasarsenen, Manggarai, Bekasi, Cikarang, Karawang dan Cikampek.
“Beberapa material yang disiapkan antara lain batu balast 400 meter kubik, kawat bronjong, bantalan kayu, peralatan kerja serta material lainnya yang telah disiapkan di atas gerbong datar untuk penanganan darurat sewaktu-waktu,” ucapnya.
2. KAI sorot 6 titik lokasi rawan banjir dan 5 titik rawan longsor

PT KAI telah mencatat sejumlah kawasan rawan banjir dan tanah longsor di Daop 1 Jakarta. Menurut catatan, terdapat 11 lokasi daerah rawan di antaranya 6 titik rawan banjir dan 5 titik rawan longsor.
“Namun untuk jalur lintas KA Jarak Jauh hanya terdapat 1 daerah rawan banjir yakni di sekitar wilayah Lemahabang-Kedubggedeh,” ucapnya.
PT KAI Daop 1 Jakarta juga telah menyiapkan tim khusus seperti petugas flying gang dan penempatan petugas ekstra disejumlah wilayah untuk melakukan percepatan penanganan jika terjadi kondisi tertentu.
“Secara total terdapat sekitar 983 petugas prasarana jalur rel dan jembatan serta sebanyak 184 petugas di bagian sinyal dan telekomunikasi yang disiapkan untuk mengawal angkutan Nataru,” kata Eva.
3. Diperkirakan 44 juta orang mudik Nataru

Menhub Budi Karya Sumadi sebelumnya memprediksi 44 juta orang akan melakukan mudik di periode Nataru.
Budi mengatakan, dari penggunaan transportasi, diperkirakan sebesar 28,26 persen atau sekitar 12,4 juta orang menggunakan mobil pribadi. Lalu, sebesar 16,47 persen atau sekitar 7,2 juta orang menggunakan sepeda motor.
Meski begitu, dia meminta Kepolisian RI mengimbau agar masyarakat tidak mudik menggunakan sepeda motor.
"Untuk motor saya mohon kepada semua stakeholder khususnya Polri untuk memperhatikan, melakukan sebuah imbauan agar tidak mudik dengan motor karena relatif kurang aman untuk keselamatan. Kereta api, bus, pesawat, dan penyeberangan kapal laut menjadi pilihan," ucap Budi.


















