Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Modifikasi Cuaca Berbuah Hasil, Hujan Guyur Sejumlah Wilayah di Kalteng

2 min read
Modifikasi Cuaca Berbuah Hasil, Hujan Guyur Sejumlah Wilayah di Kalteng
Seorang wanita yang mengenakan masker wajah mengendarai sepeda menembus kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di Jembatan Kahayan, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (7/10/2026). (AFP/Reina)
  • Operasi Modifikasi Cuaca untuk menangani karhutla di Kalimantan Tengah digelar pada 15-16 Oktober 2026.

  • Hujan berintensitas ringan hingga cukup deras turun di sejumlah wilayah, termasuk Katingan Selatan, Palangka Raya, Kasongan, dan Pangkalan Bun.

  • Pemerintah melanjutkan pemantauan awan hujan serta menggabungkan upaya udara dengan pengerahan personel dan peralatan di darat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah yang digelar 15-16 Oktober 2026 berbuah hasil. Hujan turun mengguyur sejumlah wilayah Kalteng.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Iskandar Kotawaringin Barat BMKG, Nur Setiawan mengatakan, hujan yang turun di Kalteng berintensitas sedang hingga cukup deras.

“BMKG mencatat hujan cukup deras di sejumlah wilayah, antara lain Katingan Selatan, Kota Palangka Raya, dan Kasongan. Sementara itu, Pangkalan Bun juga mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang,” kata Nur Setawan dalam keterangan tertulis Kemenhut, Minggu (18/10/2026).

  1. 1. OMC dilakukan melihat potensi hujan

    Helikopter Water bombing BNPB bersiaga di Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
    Helikopter Water bombing BNPB bersiaga di Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Nur Setiawan menjelaskan, BMKG telah memperkirakan potensi hujan yang cukup tinggi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah pada 15-16 Oktober 2026. Untuk memastikan hujan turun, pemerintah melakukan OMC.

    “Jadi sebagaimana yang kita sampaikan pada rapat terbatas pada hari Kamis sore, yang mana kami sampaikan bahwa potensi hujan yang banyak terjadi di wilayah Kalimantan Tengah pada tanggal 15 dan 16 cukup tinggi,” kata Nur Setiawan.

  2. 2. Pementauan cuaca untuk mendukung langkah pemerintah

    Seorang ibu dan anaknya mengenakan masker di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin, (
    Seorang ibu dan anaknya mengenakan masker di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin, (12/10/2026). (AFP/Reina)

    Nur Setiawan mengatakan, BMKG memberikan dukungan aktif terhadap upaya penanganan karhutla di wilayah tersebut.

    “Pemantauan cuaca dilakukan untuk mendukung langkah pemerintah dalam memanfaatkan potensi hujan di tengah kondisi kebakaran yang masih menjadi perhatian,” kata dia.

  3. 3. Pemerintah terus pantau potensi awan hujan yang dapat disemai

    WhatsApp Image 2026-10-14 at 14.54.50 (5).jpeg
    Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang berkobar di kawasan Panarung, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis, (8/10/2026). (AFP/Reina)

    Sementara itu, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni mengatakan OMC akan terus dilakukan dengan memantau potensi awan hujan yang dapat disemai.

    Operasi ini menjadi salah satu bagian dari upaya udara pemerintah, yang berjalan bersama pengerahan personel dan peralatan pemadaman di darat untuk menangani karhutla di Kalimantan Tengah.

    “Jadi sekali lagi, kondisi Kalimantan sedang tidak baik-baik saja. Tapi insyaallah pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin hadir untuk terus berjuang dari semua sektor darat, udara, kemudian memastikan bahwa kita tidak akan kalah oleh kebakaran hutan dan lahan. Sekali lagi terima kasih, semoga Kalimantan dan Sumatera segera pulih,” ujar Raja Antoni.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More