Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

MRT Jakarta Bakal Tembus ke Tangerang untuk Perkuat Sistem Aglomerasi

Jakarta–Banten teken MoU Studi MRT Fase 2.
Jakarta–Banten teken MoU Studi MRT Fase 2. (Dok. Pemprov DKI)
Intinya sih...
  • Pengembangan MRT Lintas Timur–Barat perluas cakupan layanan transportasi publik
  • Dorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di kawasan metropolitan Jakarta–Banten
  • Banten butuh Jakarta untuk sistem mobilitas kawasan aglomerasi
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TImes - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Studi Potensi Kontribusi Pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) Lintas Timur–Barat Fase 2 (Kembangan–Balaraja) di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/2/2026).

“Kita mencatat sejarah penting melalui kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten dalam pengembangan MRT. Nota kesepahaman yang ditandatangani mencakup pengembangan MRT Lintas Timur–Barat rute Kembangan–Balaraja antara PT MRT Jakarta dan para pengembang di sekitar trase yang akan dikembangkan,” ujar Pramono dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (5/2/2026)

1. Memperluas cakupan layanan transportasi publik

 Ilustrasi MRT
Ilustrasi MRT Jakarta. (Duniaku/Fahrul Razi)

Pengembangan MRT Lintas Timur–Barat diharapkan memperluas cakupan layanan transportasi publik, memperkuat sistem aglomerasi, serta meningkatkan daya saing kawasan. Dengan terhubungnya koridor utara–selatan hingga Kota Tua, serta barat–timur sampai Balaraja, sistem transportasi Jakarta dan sekitarnya akan semakin terintegrasi.

“Jakarta dan Banten merupakan satu kesatuan kawasan metropolitan. Penyelesaian persoalan transportasi, lingkungan, dan pelayanan publik tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Prinsipnya harus saling memberi manfaat dan saling menguntungkan,” jelasnya.

2. Dorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di kawasan metropolitan Jakarta–Banten

Jakarta–Banten teken MoU Studi MRT Fase 2.
Jakarta–Banten teken MoU Studi MRT Fase 2. (Dok. Pemprov DKI)

Pramono menambahkan, MoU ini diharapkan dapat meningkatkan layanan transportasi publik yang andal dan berkelanjutan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di kawasan metropolitan Jakarta–Banten.

“Jika apa yang ditandatangani hari ini dapat terwujud, ini akan menjadi sejarah yang tidak terlupakan. Sesuatu yang dimulai dari rasa saling percaya, saling menghargai, dan persahabatan. Saya yakin, kerja sama ini akan memberikan manfaat besar bagi Jakarta dan Banten. Semoga proyek ini mampu memperkuat ekosistem ekonomi kawasan serta menegaskan peran Jakarta sebagai kota global,” katanya.

3. Banten butuh Jakarta

Jakarta–Banten teken MoU Studi MRT Fase 2.
Jakarta–Banten teken MoU Studi MRT Fase 2. (Dok. Pemprov DKI)

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan komitmen Pemprov DKI Jakarta, yang melibatkan Banten secara aktif dalam pengembangan transportasi massal lintas wilayah. Ia menegaskan, Banten dan Jakarta memiliki ketergantungan satu sama lain dalam sistem mobilitas kawasan aglomerasi.

“Banten membutuhkan Jakarta, dan Jakarta membutuhkan Banten. Tidak ada cara lain selain bekerja sama," katanya.

4. Transportasi massal dirasakan secara merata

 Ilustrasi MRT
Ilustrasi MRT Jakarta. (Duniaku/Fahrul Razi)

Andra Soni berharap, MRT ke depan dapat dinikmati masyarakat Banten sehingga manfaat pembangunan transportasi massal dapat dirasakan secara merata.

"Insyaallah, semoga hasil studi nantinya menunjukkan potensi yang baik untuk dikembangkan bersama,” katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

Ketua dan Wakil PN Depok Kena OTT KPK terkait Sengketa Lahan di Tapos

06 Feb 2026, 23:47 WIBNews