"(Mereka yang diusir) terlibat dalam kegiatan di Hungaria yang tidak dapat diterima bagi diplomat berdasarkan Konvensi Vienna. Keputusan ini tidak berarti memutuskan hubungan diplomatik dengan Rusia. Hungaria bermaksud untuk melanjutkan dialog yang diperlukan," kata Menteri Luar Negeri Hungaria, Anita Orban, dalam pernyataannya, seperti dilansir BBC.
Berkelakukan Buruk, Hungaria Usir 10 Diplomat Rusia

- Hungaria mengusir 10 diplomat Rusia di Budapest karena dinilai melakukan kegiatan yang melanggar Konvensi Wina 1961, sambil menegaskan hubungan diplomatik dan dialog tetap dilanjutkan.
- Rusia menyebut pengusiran itu sebagai tindakan sangat tidak ramah, eskalasi yang tidak dapat dibenarkan, serta menyatakan akan memberikan respons kepada Hungaria.
- Hubungan Budapest-Moskow merenggang setelah Peter Magyar menggantikan Viktor Orban, yang sebelumnya dekat dengan Putin, membeli senjata Rusia, dan sempat memblokir pinjaman Uni Eropa untuk Ukraina.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Hungaria memutuskan untuk mengusir 10 orang diplomat Rusia yang bertugas di Ibu Kota Budapest pada Selasa (8/9/2026). Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Hungaria mengatakan bahwa 10 diplomat tersebut diusir karena berkelakuan buruk dan telah melanggar Konvensi Vienna 1961 tentang hubungan diplomatik.
1. Rusia menolak berdialog dengan Hungaria usai 10 diplomatnya diusir

potret bendera Rusia (unsplash.com/Oleg Podlesnykh) Namun, Pemerintah Rusia menolak keras ajakan dialog dari Hungaria. Moskow mengatakan, pengusiran 10 diplomatnya merupakan langkah yang “sangat tidak ramah” dari Budapest. Oleh karena itu, Rusia mengatakan pihaknya akan membalas langkah tersebut. Namun, tidak dijelaskan langkah apa yang akan dilakukan oleh Rusia ke Hungaria.
"Pernyataan mereka tentang menjaga saluran dialog dengan Rusia tetap terbuka dan melanjutkan kerja sama pragmatis sama sekali tidak berarti. Langkah yang sangat tidak ramah ini merupakan eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak dapat dibenarkan dari pihak Hungaria dan akan mendapat tanggapan yang sesuai," kata Duta Besar Rusia untuk Hungaria, Evgeny Stanislavov, dilansir Jerusalem Post.
2. Hubungan Hungaria dan Rusia mulai renggang sejak Viktor Orban lengser

potret eks Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban (commons.wikimedia.org/European Union) Hubungan Hungaria dan Rusia sendiri memang sudah renggang sejak Viktor Orban tidak lagi menjabat sebagai perdana menteri pada April lalu. Sebab, sejak Peter Magyar menjabat sebagai perdana menteri yang baru, Budapest memutuskan untuk menjauh dari Moskow, sama seperti negara-negara Eropa lainnya.
Sikap yang satu ini tentu sangat berbeda dengan era Orban. Pada era Orban, Hungaria sangat dekat dengan Rusia. Sebab, Orban juga dekat dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Bahkan, di saat negara-negara Eropa menjauh dari Rusia karena agresi militernya ke Ukraina pada 2022, Hungaria tetap menjalin hubungan baik dengan Rusia.
3. Hungaria sering membeli senjata militer dari Rusia pada era Orban

ilustrasi situs militer (pexels.com/Oleg Podlesnykh) Pada era Orban, kerja sama militer antara Hungaria dan Rusia juga cukup erat. Hungaria kerap membeli senjata militer dari Rusia. Padahal, Uni Eropa sudah melarang negara anggotanya, termasuk Hungaria, untuk membeli senjata dari Rusia. Ini merupakan hukuman untuk Rusia karena sudah menyerang Ukraina.
Selain itu, saat masih menjabat, Orban juga pernah memblokir pinjaman Uni Eropa sebesar 90 miliar euro atau Rp1,8 triliun untuk membantu Ukraina. Sikap ini menunjukkan bahwa Budapest sangat anti terhadap Kyiv dan sangat dekat dengan Moskow.






















