MUI Sampaikan Dukacita atas Bencana Aceh-Sumatra, Ajak Umat Islam Kuatkan Doa

- MUI imbau Umat Islam meningkatkan doa dan istighfar
- MUI minta pemerintah dan aparat sigap dan tanggap bencana
- Pemerintah belum tetapkan status darurat bencana nasional di Sumatra
Jakarta, IDN Times - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan simpati dan duka cita yang mendalam kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terdampak musibah bencana alam dalam beberapa waktu terakhir, termasuk banjir bandang, tanah longsor, dan erupsi gunung berapi.
Musibah yang melanda secara khusus di wilayah Aceh, Sumatra Utara (Tapanuli Selatan, Sibolga), dan Sumatra Barat (Kabupaten Agam, Padang Pariaman) telah menelan banyak korban jiwa dan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang parah.
MUI menegaskan setiap musibah merupakan ujian dari Allah SWT yang harus dihadapi dengan kesabaran dan keimanan.
“Kami menyampaikan simpati dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban yang meninggal dunia dan yang kehilangan harta benda di wilayah terdampak. Kami mendoakan semoga almarhum/almarhumah diterima di sisi Allah SWT dan ditempatkan di tempat terbaik. Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Sekretaris Wantim MUI, Zainut Tauhid Sa'adi, dalam keterangan pers yang diterima IDN Times, Sabtu (29/11/2025).
1. MUI imbau Umat Islam meningkatkan doa dan istighfar

Dalam menghadapi situasi ini, MUI mengimbau kepada seluruh Umat Islam dan masyarakat luas untuk meningkatkan doa dan istighfar.
"Seluruh umat Islam diimbau untuk memperbanyak doa, istighfar, dan bermunajat kepada Allah SWT agar bencana alam segera diangkat, serta memohon perlindungan dan keselamatan bagi bangsa dan negara," katanya.
MUI juga meminta masyarakat untuk bersabar dalam menerima ketetapan takdir, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan dan siap siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem. Patuhi peringatan dini dari pihak berwenang.
Selain itu, MUI mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk BAZNAS, Lembaga Amil Zakat (LAZ), dan organisasi kemasyarakatan, untuk bahu-membahu dalam upaya penanggulangan bencana, membantu para korban, dan menyalurkan bantuan logistik yang dibutuhkan.
2. MUI minta pemerintah dan aparat sigap dan tanggap bencana

MUI juga meminta kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, serta seluruh aparat terkait, untuk bertindak cepat, sigap, dan responsif dalam memberikan pertolongan, evakuasi, serta pelayanan kesehatan darurat bagi korban yang terdampak.
"Mengoptimalkan koordinasi antarlembaga, memastikan distribusi bantuan logistik berjalan lancar ke daerah-daerah terisolir, dan menyediakan tempat pengungsian yang layak serta memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi," katanya.
Pemerintah juga harus melakukan edukasi dan sosialisasi mitigasi bencana secara masif dan berkelanjutan, terutama di wilayah-wilayah rawan, sebagai upaya pencegahan dini.
“Ini adalah saatnya kita bergotong royong, saling menolong dan menunjukkan persatuan dan kekuatan sebagai bangsa. Bersatu dalam doa, bersatu dalam tindakan, dan bersatu dalam kepedulian,” ujarnya.
3. Pemerintah belum tetapkan status darurat bencana nasional di Sumatra

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menanggapi usulan agar pemerintah menetapkan status Darurat Bencana Nasional. Desakan itu muncul seiring banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Pratikno mengatakan, penanganan bencana banjir bandang dan longsor di tiga provinsi itu masih bisa ditangani dengan status darurat daerah. Menurutnya, mekanisme penanganan melalui status darurat daerah sudah cukup untuk menggerakkan seluruh dukungan dari pemerintah pusat.
"Jadi sekarang sudah masing-masing daerah sudah menetapkan ini. Dan itu sudah menjadi dasar bagi kami untuk melakukan tindakan sesuai Undang-Undang Kebencanaan," kata dia dalam jumpa pers di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Kamis (27/11/2025).
"Jadi tidak ada masalah sejauh ini. Jadi karena masing-masing daerah sudah menyatakan ini kondisi darurat, ya darurat bencana," sambungnya.
















