Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Panggilan dari Reruntuhan Kereta, Kisah Endang Bertahan Terjepit 10 Jam

Panggilan dari Reruntuhan Kereta, Kisah Endang Bertahan Terjepit 10 Jam
Kecelakaan KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). (IDN Times/Imam Faishal)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Endang Kuswanti menjadi korban kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, terjebak selama sekitar 10 jam di bawah reruntuhan gerbong.
  • Keluarga Endang panik setelah menerima telepon darinya yang masih terjepit, sementara namanya belum tercatat dalam daftar korban di stasiun maupun rumah sakit.
  • Endang berhasil dievakuasi sekitar pukul 07.00 WIB dengan kondisi stabil, sementara total korban mencapai 14 meninggal dunia dan 84 luka-luka akibat tabrakan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Malam itu terasa biasa saja bagi keluarga Endang Kuswanti hingga sebuah panggilan telepon sekitar pukul 22.00 WIB mengubah segalanya. Dalam kondisi terimpit di reruntuhan gerbong perempuan kereta commuter line, Endang Kuswanti berusaha menghubungi keluarganya di Bekasi.

Endang Kuswanti sehari-hari bekerja di kawasan Pasar Baru dan mengandalkan kereta sebagai moda transportasi. Malam nahas itu, dia menjadi salah satu korban dalam kecelakaan yang melibatkan kereta commuter line dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi.

Kesaksian mencekam itu diungkapkan oleh adik sepupunya, Muhammad Iqbal (32), usai menjenguk Endang di IGD RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.

"Kemungkinan saat kejadian dia menggenggam ponsel. Korban baru mengabari kami sekitar pukul 10 malam dia menjadi salah satu korban di kereta tersebut. Dari jam tersebut, kami langsung menuju ke stasiun karena kami dari Jakarta ingin memastikan data korban," kata Iqbal, Selasa (28/2/2026).

Sejak saat itu, kepanikan dan ketidakpastian menyelimuti keluarga, termasuk suami Endang, Budi Rahmanto. Nama Endang tak kunjung ditemukan dalam daftar korban, baik di stasiun maupun di rumah sakit.

"Kami tidak tahu apakah ia sudah dievakuasi atau masih terjebak," kata dia.

Titik terang yang justru menyayat datang dari sebuah foto yang beredar di kalangan awak media. Dari sanalah Iqbal mengetahui kondisi Endang yang masih terjebak di dalam gerbong.

"Saya mendapatkan salah satu foto dari pers yang menunjukkan korban masih berada di dalam dengan kondisi lemas dan sudah dalam proses pemberian oksigen. Saat itu, posisinya sudah terjepit sejak sekitar pukul 9 malam," ujar dia.

Iqbal menuturkan, proses evakuasi berlangsung dramatis. Endang menjadi salah satu dari tiga korban terakhir yang berhasil dievakuasi, setelah bertahan selama berjam-jam di bawah reruntuhan.

"Kakak saya terimpit di antara tumpukan reruntuhan berat dan korban lainnya, karena saat diangkat kondisi tubuhnya mengalami pembengkakan akibat kurang lebih 10 jam berada di bawah reruntuhan," kata dia.

Endang akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 07.00 WIB dan langsung dilarikan untuk mendapatkan penanganan intensif di RSUD Kota Bekasi.

"Kondisinya stabil, saat ini kami masih menunggu hasil rontgen untuk memastikan apakah ada patah tulang atau cedera lainnya," ucap dia.

Diberitakan, tabrakan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden bermula saat KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi yang melintas di perlintasan tanpa palang pintu. Akibat kejadian itu, perjalanan KRL lainnya arah Jakarta-Cikarang yang ada di Stasiun Bekasi Timur terhambat sehingga rangkaian KRL tersebut belum melaju. Nahas, rangkaian KRL itu ditabrak oleh Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi sehingga kecelakaan pun tak dapat dihindari.

Akibat kejadian tersebut, hingga Selasa (28/4/2026), pukul 08.45 WIB tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Related Articles

See More