Momen Angga Raka Beri Hormat ke Staf Badan Komunikasi saat Serah Terima Jabatan

- Angga Raka resmi menyerahkan jabatan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah kepada M. Qodari dalam acara serah terima di Kantor Bakom, disertai momen hormat bersama staf.
- M. Qodari menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Angga Raka yang telah membangun organisasi, merekrut personel, dan menyiapkan anggaran bagi keberlanjutan Bakom.
- Qodari menekankan pentingnya adaptasi komunikasi di era media sosial serta mengajak Bakom untuk aktif memberi perspektif positif dalam penyampaian informasi pemerintah.
Jakarta, IDN Times - Angga Raka Prabowo resmi menanggalkan jabatan Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah. Jabatannya digantikan M. Qodari yang sebelumnya menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Angga Raka dan Qodari melakukan serah terima jabatan di Kantor Bakom, Selasa (28/4/2026). Dalam sambutannya, Angga Raka menyampaikan terima kasih kepada seluruh staf Bakom yang telah bekerja keras bersamanya.
Dia juga meminta kepada seluruh staf Bakom untuk mendukung M. Qodari. Di akhir sambutannya, Angga Raka kemudian memberikan hormat kepada seluruh staf Bakom. Gerakan hormat itu kemudian diikuti oleh Qodari yang berdiri disamping Angga Raka.
1. Qodari sampaikan terima kasih kepada Angga Raka

Dalam kesempatan itu, Qodari menyampaikan terima kasih kepada Angga Raka yang sudah memimpin Badan Komunikasi Pemerintah dengan baik.
"Terima kasih Pak Angga ya sudah melakukan transisi dari PCO (Presidential Communication Office) ke Bakom, sudah membangun organisasi, sudah merekrut personalia, dan yang terpenting telah menyiapkan anggaran yang memadai. Terima kasih buat Pak Angga. Itu, walaupun sampai hari ini belum turun, hehehe.. Ya, jadi terima kasih Pak Angga, ya, telah menyiapkan, telah membangun organisasi ini," ujar Qodari.
2. Cara komunikasi saat ini sudah berbeda

Qodari mengatakan, pola komunikasi saat ini sudah berbeda. Terlebih, kini sudah ada media sosial sehingga harus berhati-hati dalam berkomunikasi.
"Jadi kita ini sekarang hidup di era yang sangat berbeda dengan 10-20 tahun yang lalu ya. Komunikasi di era sekarang ini bukan komunikasi seperti 10-20 tahun yang lalu di mana informasi-informasi apalagi informasi pembangunan semuanya lewat media massa resmi. Sekarang juga ada yang namanya medsos yang namanya berita dan informasi itu hanya sejarak jempol saja," ujar dia.
3. Bakom harus bisa memberikan perspektif yang baik

Oleh karena itu, Qodari berharap Bakom bisa memberikan perspektif yang baik dalam menyampaikan pola komunikasi pemerintah.
"Dan dalam konteks seperti sekarang ini memang cara kita melihat dan menghadapi informasi itu sudah tidak bisa sama seperti yang dulu lagi, ktia harus aktif berkomunikasi, karena informasi itu kalau ktia diam, dia akan terus datang kepada kita," ucap dia.















