Anak Ungkap Detik-Detik Sang Ibu Jadi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi

- Nuryati (62) menjadi korban meninggal dalam tabrakan kereta di Bekasi saat hendak menjenguk anaknya yang sakit, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
- Anak korban, Halimah, menceritakan ibunya diduga kehabisan oksigen di dalam gerbong gelap sebelum berhasil diselamatkan pascakecelakaan.
- Kecelakaan bermula dari KRL menabrak taksi di perlintasan tanpa palang pintu dan berujung tabrakan beruntun dengan KA Argo Bromo Anggrek, menewaskan 14 orang serta melukai 84 lainnya.
Jakarta, IDN Times - Duka mendalam menyelimuti keluarga Nuryati (62), korban meninggal dunia dalam tabrakan kereta di Bekasi pada Senin (27/4/2026) malam. Anak pertama korban, Halimah (41), mengungkap detik-detik dirinya mengetahui kabar tragis tersebut.
“Ditelepon sama adik saya, katanya mama tuh pingsan. Jadi saya pikir mungkin pingsan biasa, karena penuh apa bagaimana keretanya. Pas saya telepon kedua, 'Mama sudah tidak sadarkan diri, Mbak,' bilang gitu, terus sudah pucat. Terus saya telepon lagi, sudah tidak ada kayaknya Mbak," kata dia menceritakan percakapan dengan sang adik di rumah duka, kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026).
Peristiwa itu terjadi saat Nuryati hendak menjenguk anaknya yang sakit di Cikarang. Dia berangkat dari Stasiun Kemayoran bersama anak dan cucunya.
“Dapat kabarnya sekitar jam 9-an, setengah 10-an lah,” kata dia.
Halimah juga mendapat cerita dari adiknya tentang kondisi di dalam gerbong pascakecelakaan.
“Jadi kata adik, di kereta itu kan gelap ya, tidak ada sirkulasi udara apa pun. Jadi Mama tuh penolongannya terakhir, kata adik saya, gak ada yang nolongin. Jadi laki-laki yang ada itu pada menyalamatkan diri semua. Sedangkan kalau adik saya sama keponakan saya lewat jendela," ujar dia.
Dia menduga ibunya mengalami kehabisan oksigen sebelum berhasil keluar dari gerbong.
“Nah, kata adik lewat pintu itu yang pas pintunya berhasil terbuka, tinggal sisa berapa orang doang yang ada di dalam. Mungkin karena Mama kehabisan oksigen di dalam. Karena kan udah lama ya terlalu lama di dalam. Jadi pas keluar itu udah lemes, kata adik," ujar dia.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, telah melayat ke rumah duka dan memastikan bantuan diberikan hingga proses pemakaman.
Diberitakan, tabrakan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden bermula saat KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi yang melintas di perlintasan tanpa palang pintu. Akibat kejadian itu, perjalanan KRL lainnya arah Jakarta-Cikarang yang ada di Stasiun Bekasi Timur terhambat sehingga rangkaian KRL tersebut belum melaju. Nahas, rangkaian KRL itu ditabrak oleh Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi sehingga kecelakaan pun tak dapat dihindari.
Akibat kejadian tersebut, hingga Selasa (28/4/2026), pukul 08.45 WIB tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
















