Menteri PPPA Dorong Perusahaan Beri Hak Istirahat untuk Korban Kereta Bekasi

- Menteri PPPA Arifah Fauzi menekankan pentingnya pemulihan menyeluruh bagi korban kecelakaan KRL Bekasi, termasuk hak pekerja untuk beristirahat tanpa kehilangan haknya.
- Pemerintah mendorong perusahaan agar memastikan hak-hak korban tetap terpenuhi selama masa pemulihan fisik dan psikologis pascakecelakaan.
- Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur melibatkan tabrakan beruntun antara KRL dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek, menewaskan 14 orang dan melukai 84 lainnya.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengungkapkan pentingnya pemulihan korban kecelakaan KRL Bekasi, termasuk hak pekerja untuk beristirahat hingga pulih sepenuhnya tanpa kehilangan haknya.
Menurut Arifah, pemulihan korban tidak hanya soal fisik, tetapi juga psikologis. Pemerintah pun mendorong keterlibatan perusahaan dalam memastikan hak korban tetap terpenuhi selama masa pemulihan. Hal itu sempat dia ungkapkan saat mengunjungi korban di RSUD Bekasi.
“Ya, untuk pekerja. Tadi ada salah satu perusahaan yang hadir, kemudian saya sudah menyampaikan bahwa tolong yang korban dari perusahaan Bapak, biarkan mereka sampai sembuh benar, baru boleh masuk, tapi haknya tolong terpenuhi," kata Arifah saat melayat ke rumah salah satu korban Nuryati di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026).
Dia juga menegaskan, upaya pendampingan akan dilakukan bersama berbagai pihak.
Diberitakan sebelumnya, tabrakan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden bermula saat KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi yang melintas di perlintasan tanpa palang pintu. Akibat kejadian itu, perjalanan KRL lainnya arah Jakarta-Cikarang yang ada di Stasiun Bekasi Timur terhambat sehingga rangkaian KRL tersebut belum melaju. Nahas, rangkaian KRL itu ditabrak oleh Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi sehingga kecelakaan pun tak dapat dihindari.
Akibat kejadian tersebut, hingga Selasa (28/4/2026), pukul 08.45 WIB tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno juga telah mengunjungi rumah duka korban dan memastikan dukungan diberikan hingga proses pemakaman.















