Selain itu, jumlah warga yang mengungsi masih terus dilakukan pendataan tim gabungan. Data sementara sebanyak 5.488 jiwa mengungsi secara terpusat dan 171 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri.
Pantau Dampak Gempa NTT, Pratikno Upacara HUT ke-81 RI di Manggarai

- Pemerintah mempercepat penanganan darurat dan pemulihan gempa M 7,7 di Flores, dengan Pratikno menyatakan jajaran kementerian telah turun ke NTT sejak hari pertama.
- BNPB menyalurkan 50 ribu paket bantuan melalui posko Labuan Bajo dan Maumere, didukung armada darat, laut, serta 11 pesawat untuk menjangkau wilayah terdampak dan terisolir.
- Data sementara mencatat 54 orang meninggal, 137 luka-luka, 241 rumah rusak, serta 5.488 warga mengungsi terpusat dan 171 lainnya mengungsi mandiri.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascadampak gempabumi M 7,7 yang mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penegasan ini disampaikan langsung di sela-sela Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang berlangsung di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8/2026).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan kehadiran jajaran menteri dan pimpinan lembaga di NTT sejak hari pertama kejadian, merupakan bentuk kepedulian serta komitmen pemerintah untuk mendampingi masyarakat terdampak.
"Sejak hari pertama kejadian, kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," ujar Pratikno usai mengikuti Upacara Bendera HUT ke-81 RI di Ruteng.
Pratikno menjelaskan, penanganan darurat dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi di berbagai titik terdampak. Jajaran pemerintah membagi tugas menyisir wilayah yang membutuhkan bantuan cepat, seperti pergerakan bantuan logistik menuju Kecamatan Reo di Manggarai hingga wilayah terisolir di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.
Koordinasi intensif juga terus dilakukan bersama Satuan Tugas (Satgas) DPR RI serta kementerian-lembaga terkait, melalui sistem luring maupun video conference, guna memastikan masa tanggap darurat berjalan efektif.
Memperkuat arahan Menko PMK, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto membeberkan kesiapan strategi serta pengerahan sumber daya logistik dan armada penanganan di lapangan.
Suharyanto menjelaskan Posko Nasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, telah menampung dan menyalurkan bantuan logistik, termasuk 50 ribu paket bantuan dari Presiden RI. Bantuan tersebut diteruskan ke dua posko utama di NTT, yakni Posko Labuan Bajo dan Posko Maumere.
Logistik dari Posko Utama Labuan Bajo dikerahkan untuk melayani wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara Posko Maumere melayani Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.
Untuk menembus kendala geografis dan wilayah terisolir, BNPB bersama unsur gabungan menyiagakan armada darat, laut, dan udara secara maksimal. Pada jalur udara, disiagakan 6 pesawat di Labuan Bajo dan 5 pesawat di Maumere, termasuk helikopter pendukung untuk evakuasi medis darurat.
Sementara di jalur darat, dilakukan mobilisasi truk-truk logistik ukuran besar di titik-titik penyaluran utama, yang didukung pula pengoperasian kapal Pelni dan kapal feri di jalur laut menuju wilayah kepulauan seperti Pulau Palue.
Terkait pemutakhiran data dampak bencana, Kepala BNPB mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia per hari ini tercatat sebanyak 54 jiwa, sementara pendataan korban luka-luka masih terus berjalan secara dinamis.
Suharyanto menginstruksikan pemerintah daerah untuk melakukan pendataan kerusakan secara paralel dan berjenjang by name by address, tanpa harus menunggu data rampung 100 persen, agar intervensi perbaikan bisa langsung dieksekusi.
"Pendataan rumah masyarakat yang rusak, baik rusak ringan, sedang, maupun berat menjadi prioritas utama kami. Kerusakan fasilitas umum seperti kantor bupati menjadi prioritas berikutnya setelah pemukiman warga terpenuhi,” ujar Suharyanto.
“Pendataan tidak perlu menunggu selesai semua, begitu ada data valid yang masuk, perbaikan langsung kita proses agar penanganan berjalan lebih cepat," imbuhnya.
Berdasarkan data sementara per Minggu, 15 Agustus 2026, pukul 16.00 WIB, total jumlah korban luka-luka mencapai 137 jiwa. Saat ini, korban luka sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun faskes darurat.
Sedangkan total rumah rusak berat 154 unit, rusak sedang 49 unit, dan rusak ringan 38 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan dan sejumlah fasilitas umum lain.


















