Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pasien Membludak, RS Rujukan COVID-19 di Lamongan Penuh

Pasien Membludak, RS Rujukan COVID-19 di Lamongan Penuh
Rumah Sakit COVID-19 Kabupaten Lamongan. IDN Times/Imron

Lamongan, IDN Times- Kasus COVID-19 yang terus mengalami peningkatan selama beberapa hari terakhir membuat ruang perawatan pasien di rumah sakit rujukan COVID-19 Kabupaten Lamongan penuh

Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soegiri Lamongan, Budi Wignyo mengatakan, penuhnya ruang perawatan tersebut dikarenakan adanya penambahan pasien COVID-19 50 orang dalam sepekan.

1. Pihak rumah sakit tambah tiga ruang perawatan pasien COVID-19

Rumah Sakit COVID-19 Kabupaten Lamongan. IDN Times/Imron
Rumah Sakit COVID-19 Kabupaten Lamongan. IDN Times/Imron

Akibat membludaknya jumlah pasien COVID-19, maka pihak rumah sakit terpaksa menambah tiga ruang baru untuk merawat pasien. Tiga ruangan itu, lanjut Budi, sebelumnya dipakai untuk merawat pasien biasa (bukan corona).

"Ya penuh mas akibat banyaknya pasien yang dirawat, maka kita tambah ruang perawatan di rumah sakit yang lokasinya di selatan jalan karena kita tidak boleh menolak pasien," kata Budi saat dihubungi, Minggu (20/6/2021).

2. Warga Lamongan yang dirawat di rumah sakit COVID-19 berjumlah 130 orang

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soegiri Lamongan. IDN Times/Imron
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soegiri Lamongan. IDN Times/Imron

Saat ini jumlah pasien yang dirawat akibat terpapar virus corona di RSUD dr Soegiri Lamongan berjumlah 130 pasien. Sedangkan kapasitas bed atau tempat tidur pasien di rumah sakit COVID-19 hanya berjumlah 82 unit.

"Kalau kita total jumlah bed di rumah COVID-19 di utaranya jalan dengan di selatannya jumlahnya ada 200. Tapi saat ini sudah terisi 130 berarti ada 70 bed yang masih kosong," terangnya.

3. Kasus COVID-19 melonjak karena masyarakat abai terhadap prokes

Rumah Sakit COVID-19 Kabupaten Lamongan. IDN Times/Imron
Rumah Sakit COVID-19 Kabupaten Lamongan. IDN Times/Imron

Budi menjelaskan, kasus COVID-19 di Lamongan ini sebenarnya bisa ditekan tingkat penyebabnya, asal masyarakat menerapkan perilaku 6M tersebut. Namun saat ini masyarakat cenderung abai terhadap aturan protokol kesehatan COVID-19 sehingga kasusnya kembali melonjak.

"Sebenarnya sudah sering kita sampaikan bahwa COVID-19 ini masih ada ayolah kita patuhi prokes yang ada seperti menerapkan 6M ini," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us

Latest in News

See More

Atasi Persoalan Sampah, DLH DKI Perkuat Gerakan Pilah dari Sumber

05 Apr 2026, 06:01 WIBNews