KSAD Pastikan Hak Prajurit TNI yang Gugur Sampai ke Keluarga

- KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan seluruh hak prajurit TNI yang gugur di Lebanon disalurkan ke keluarga, termasuk santunan, kenaikan pangkat anumerta, dan penghargaan dari PBB.
- Tiga prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon, sementara delapan lainnya mengalami luka ringan hingga berat selama menjalankan tugas internasional tersebut.
- TNI dan Kementerian Pertahanan terus memantau kondisi pasukan di Lebanon serta menegaskan rasa kehilangan mendalam atas gugurnya para prajurit terbaik yang terpilih melalui seleksi ketat.
Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan hak-hak dari para prajurit TNI yang gugur di Lebanon sampai ke keluarga, baik itu oleh internal TNI, negara, maupun PBB.
Hak-hak itu bermacam-macam bentuknya, mulai dari kenaikan pangkat luar biasa operasi militer selain perang anumerta, penghargaan Medal Dag Hammarskjold, hingga santunan untuk anak-anak prajurit yang gugur tersebut.
Mayor Inf. Zulmi Aditya Iskandar mendapat santunan senilai Rp1.894.688.236, Sertu Muhammad Nur Ichwan Rp1.846.309.049, dan Kopda Farizal Rhomadhon Rp1.854.075.205 seperti yang telah dijelaskan Panglima TNI.
"Saya kira itu sudah pasti yang secara rutin dari internal kami juga ada, saya yakin dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) juga ada," kata Maruli kepada awak media di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (4/4/2026).
1. TNI kehilangan putra-putra terbaik

Maruli mengatakan, rasa duka mendalam dirasakan oleh TNI Angkatan Darat, apalagi keberangkatan ketiganya untuk bertugas sebagai pasukan perdamaian UNIFIL di Lebanon merupakan hasil pemilihan yang ketat.
"Tapi yang untuk tiga orang ini, kami sangat kehilangan. Beliau-beliau ini adalah putra-putra terbaik kami yang memang kami pilih dulu untuk berangkat penugasan peacekeeping," kata Maruli.
2. Negara akan terus pantau kondisi prajurit TNI di Lebanon

Meski belum mengetahui dengan detail, Maruli memastikan Markas Besar TNI hingga Kementerian Pertahanan terus memantau situasi dan kondisi terkini prajurit yang bertugas di Lebanon, terutama yang dikabarkan terluka.
"Kami dapat informasi hanya identitas tertentu (prajurit TNI) dalam kondisi sakit, nanti saya coba detailkan lagi," kata Maruli.
3. Tiga prajurit TNI gugur di Lebanon

Sebelumnya, tiga prajurit TNI gugur saat menjalankan misi pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon. Selain itu, ada juga beberapa prajurit TNI yang mengalami luka ringan hingga berat.
Tiga prajurit TNI yang gugur tersebut yakni Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Jika ditotal, sudah ada tiga korban jiwa dan delapan prajurit yang luka ringan hingga berat di Lebanon.


















