Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pegadaian Dorong UMKM Tumbuh lewat Pendampingan dan Ekosistem Inklusif

Pegadaian Dorong UMKM Tumbuh lewat Pendampingan dan Ekosistem Inklusif
Director of Network & Operation PT Pegadaian, Eka Pebriansyah menjadi narasumber di Indonesia Summit 2026. (Dok. Herka Yanis)
Intinya Sih
5W1H
  • Pegadaian memperkuat peran UMKM dengan menyediakan akses pembiayaan mudah dijangkau serta pendampingan agar pelaku usaha bisa naik kelas dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
  • Emas dipandang sebagai aset strategis bagi UMKM karena sifatnya yang likuid, membantu menjaga ketahanan finansial, sekaligus menjadi alternatif sumber dana saat kebutuhan modal mendesak.
  • Eka menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, koperasi, dan komunitas untuk membangun ekosistem inklusif yang mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan UMKM.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ketika membicarakan pertumbuhan ekonomi, perhatian publik sering kali tertuju pada perusahaan besar atau gedung-gedung tinggi di pusat kota. Padahal, roda ekonomi Indonesia banyak bergerak dari aktivitas yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat, yakni pedagang pasar, petani, pelaku usaha rumahan, hingga generasi muda yang mulai membangun bisnisnya sendiri.

Bagi PT Pegadaian, kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bukan sekadar sektor kecil dalam perekonomian. UMKM adalah fondasi yang membuat ekonomi berjalan lebih merata karena hadir hingga tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Director of Network & Operation PT Pegadaian, Eka Pebriansyah, melihat peran UMKM semakin penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Menurut dia, perjalanan panjang Pegadaian selama lebih dari satu abad menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap akses keuangan selalu berubah, tetapi kebutuhan terhadap solusi finansial yang mudah dijangkau tetap menjadi hal utama.

Eka bercerita, sejak bergabung dengan Pegadaian pada 1994, ia menemukan bahwa perusahaan ini tidak hanya berbicara soal bisnis, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang nyata. Pengalamannya melihat masyarakat membawa barang berharga untuk mendapatkan dana darurat menjadi salah satu momen yang membuatnya memahami peran Pegadaian bagi masyarakat.

Kala itu, banyak nasabah datang membawa barang rumah tangga hingga aset sederhana untuk memenuhi kebutuhan hidup, pendidikan, maupun menjaga keberlangsungan usaha. Dari sana, Eka melihat bahwa layanan keuangan yang mudah diakses memiliki dampak besar bagi masyarakat.

“Pegadaian ini bukan hanya perusahaan bisnis, tapi banyak manfaat yang dirasakan untuk rakyat kecil,” ujar Eka.

1. Membuka akses keuangan bagi pelaku usaha

DRA_9528 copy.jpg
Director of Network & Operation PT Pegadaian, Eka Pebriansyah, menjadi narasumber Indonesia Summit 2026. (Dok. Herka Yanis)

Salah satu tantangan terbesar UMKM adalah akses permodalan dan pengelolaan arus kas. Banyak pelaku usaha memiliki produk yang potensial, tetapi menghadapi kendala ketika membutuhkan tambahan dana untuk mengembangkan bisnis.

Eka menjelaskan, Pegadaian berupaya menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan berbagai layanan pembiayaan yang dapat digunakan masyarakat, termasuk pelaku UMKM.

Menurutnya, kekuatan Pegadaian terletak pada kemampuannya menjangkau masyarakat luas. Saat ini, Pegadaian memiliki ribuan outlet yang tersebar di berbagai wilayah, ditambah jaringan agen yang memungkinkan layanan finansial hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Jaringan tersebut menjadi strategi penting agar masyarakat di daerah yang belum terjangkau layanan perbankan tetap memiliki akses terhadap solusi keuangan.

Selain akses modal, Pegadaian juga memberikan pendampingan agar UMKM tidak berhenti hanya pada tahap mendapatkan pembiayaan. Pelaku usaha perlu diarahkan agar mampu meningkatkan kapasitas bisnis, memperbaiki pengelolaan usaha, hingga memperluas pasar.

Pegadaian membagi perkembangan UMKM dalam beberapa tahapan, mulai dari usaha yang baru berjalan hingga bisnis yang sudah lebih matang. Pendekatan ini dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan.

“Bukan hanya diberikan modal lalu dilepas, tapi kami pastikan step by step agar mereka bisa naik kelas,” kata Eka.

2. Emas sebagai aset strategis untuk ketahanan finansial

DRA_9271 copy.jpg
Director of Network & Operation PT Pegadaian, Eka Pebriansyah, melihat peran UMKM semakin penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. (Dok. Herka Yanis)

Selain pembiayaan usaha, Eka melihat emas menjadi salah satu instrumen yang semakin diminati masyarakat, termasuk generasi muda.

Perubahan gaya hidup digital membuat investasi emas kini lebih mudah dilakukan. Namun, bagi Eka, emas bukan sekadar tren investasi, melainkan aset yang dapat membantu masyarakat menjaga ketahanan finansial.

Bagi pelaku UMKM, emas memiliki fungsi strategis karena sifatnya yang likuid. Ketika bisnis menghadapi kebutuhan modal mendesak, emas dapat menjadi salah satu alternatif sumber dana.

“Masalah utama UMKM sering kali terkait cash flow. Ketika ada kebutuhan dana, emas bisa dijual atau digadaikan sehingga bisa langsung menjadi modal,” jelas Eka.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar memahami karakter emas sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, masyarakat perlu berhati-hati terhadap tawaran investasi emas yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal.

Emas, kata Eka, lebih tepat dipandang sebagai aset untuk menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang, bukan instrumen mencari keuntungan cepat.

3. Kolaborasi jadi kunci ekonomi inklusif

DRA_9574 copy.jpg
Director of Network & Operation PT Pegadaian, Eka Pebriansyah menjadi pembicara Indonesia Summit 2026 (Dok. Herka Yanis)

Di tengah upaya memperkuat UMKM, Eka menilai kolaborasi antara berbagai pihak menjadi faktor penting. Pemerintah, lembaga keuangan, koperasi, hingga komunitas memiliki peran masing-masing untuk menciptakan ekosistem yang membuat UMKM mampu berkembang.

Kehadiran koperasi sebagai wadah ekonomi masyarakat juga dinilai dapat memperkuat rantai distribusi dan membantu pelaku usaha kecil terhubung dengan pasar yang lebih luas.

Menurut Eka, koperasi dapat menjadi rumah bagi UMKM agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan dukungan akses pembiayaan, distribusi, dan pendampingan, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh.

Bagi Pegadaian, tujuan akhirnya bukan hanya memperluas layanan, tetapi ikut menciptakan masyarakat yang lebih mandiri secara ekonomi.

“Pegadaian hadir untuk membantu kebutuhan modal, kebutuhan dana, dan juga membantu masyarakat mempersiapkan masa depan,” ujar Eka.

Dengan kombinasi akses finansial, pendampingan usaha, dan penguatan ekosistem ekonomi lokal, UMKM diharapkan tidak lagi dipandang sebagai sektor kecil, melainkan sebagai kekuatan utama yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara lebih merata. (WEB)

Share Article
Topics
Editorial Team
Ezri Tri Suro
EditorEzri Tri Suro

Related Articles

See More