Jakarta, IDN Times - Abelardo de la Espriella kini resmi menjadi Presiden Kolombia yang baru usai memenangi kontestasi pemilihan umum (pemilu) yang dihelat pada 21 Juni lalu. Ia dilantik di Kota Cali pada Jumat (7/8/2026) untuk menggantikan Gustavo Petro yang sudah menjabat sebagai Presiden Kolombia sejak 2022.
Profil Lengkap Abelardo de la Espriella, Presiden Baru Kolombia

- Abelardo de la Espriella dilantik sebagai Presiden Kolombia di Cali pada 7 Agustus 2026, setelah menang tipis kurang dari 1 persen atas senator Ivan Cepeda dalam pemilu 21 Juni.
- Lahir di Bogota pada 1978 dan besar di Cordoba, ia dikenal sebagai pengacara serta pengusaha; firma hukumnya berdiri pada 2002 dan menangani sejumlah kasus nasional.
- Setelah berhenti menjadi pengacara pada 2022, ia fokus pada bisnis dan musik; pencalonannya pada 2025 memicu kontroversi terkait klien, Israel, dan Donald Trump.
Nama De la Espriella sebetulnya terdengar asing di kancah perpolitikan Kolombia. Sebab, sebelumnya, ia memang tidak pernah berkarier di dunia politik dan pemerintahan. Lantas, siapa sebenarnya De la Espriella? Berikut profil lengkapnya yang menarik diketahui lebih dalam.
1. De la Espriella Lahir di Bogota pada 1978

De la Espriella merupakan seorang pengacara kondang sekaligus pengusaha kaya yang lahir di Ibu Kota Kolombia, Bogota, pada 1978. Meski terlahir di Bogota, De la Espriella besar di Kota Cordoba. Sebab, ia diboyong oleh orangtuanya ke kota tersebut saat masih bayi.
De la Espriella merupakan anak dari keluarga berada. Sang ayah, Abelardo Sr., juga seorang pengacara dan pengusaha. Ia pernah membantu Alvaro Uribe untuk memenangi pemilu presiden Kolombia pada 2002. Padahal, Uribe kala itu sedang tersandung kasus dugaan perdagangan narkoba.
Oleh karena itu, kedekatan Uribe dengan keluarga De la Espriella masih bertahan hingga saat ini. Bahkan, Uribe juga menjadi salah satu pendukung De la Espriella dalam pemilu pada Juni lalu.
2. Berhasil membangun firma hukumnya sendiri pada 2002

Saat tumbuh dewasa, De la Espriella memutuskan untuk mengikuti jejak sang ayah dengan berkarier sebagai pengacara. Dengan dukungan sang ayah, De la Espriella berhasil membangun firma hukumnya sendiri bernama De la Espriella Lawyer pada 2002. Padahal, usianya ketika itu masih sekitar 20-an.
Seiring berjalannya waktu, karier De la Espriella di bidang hukum terus menanjak. De la Espriella menjelma menjadi salah satu pengacara paling kondang di Kolombia. Ia banyak dipercaya menangani kasus-kasus besar. Pada 2012, misalnya, ia dipercaya menjadi pengacara untuk keluarga Rosa Elvira Cely. Cely sendiri merupakan seorang gadis muda yang tewas usai mengalami kekerasan seksual di Bogota. Ketika itu, peristiwa tersebut menjadi kasus nasional yang memicu kemarahan publik Kolombia.
Pada 2014, ia juga dipercaya menjadi kuasa hukum dari Natalia Ponce de Leon, seorang aktivis kondang di Kolombia. Ia saat itu terkena serangan cairan asam di wajahnya oleh seorang yang membencinya. Peristiwa ini juga sempat menjadi berita nasional di Kolombia pada 2014.
3. Berhenti menjadi pengacara pada 2022 karena fokus berbisnis

Setelah 20 tahun menjadi pengacara, De la Espriella lantas memutuskan untuk mengakhiri kariernya di dunia hukum pada 2022. Sebab, ia memutuskan untuk fokus menjadi pengusaha dengan berinvestasi di berbagai lini bisnis.
Saat ini, De la Espriella tercatat punya berbagai bisnis, mulai Sempre Avanti, toko pakaian pria mahal dengan desain ala Italia, Vino Fratellone, perusahaan wine Italia, dan Ron Defensor, perusahaan pembuat Rum, minuman beralkohol fermentasi berharga mahal. Pada 2023, ia juga membuka konsultan real estate di Miami, Amerika Serikat (AS).
Selain fokus berbisnis, De la Espriella juga terjun ke dunia hiburan. Usai tidak lagi menjadi pengacara, ia banting setir menjadi penyanyi yang kini telah merilis beberapa judul lagu, seperti “La Vie en rose”, “New York New York”, “Don’t cry for me Argentina”, serta lagu Italia berjudul “Che sara”, dan “Volare”.
4. Pencalonannya menjadi Presiden Kolombia menuai kontroversi

Pada 2025, De la Espriella memutuskan untuk mencalonkan diri menjadi Presiden Kolombia. Kala itu, pencalonannya sebagai presiden sempat menuai kontroversi. Sebab, sebelum mencalonkan diri, De la Espriella pernah menjadi pengacara Menteri Industri Venezuela, Alex Saab, yang tersandung kasus korupsi dan pencucian uang dalam jumlah besar di tengah kondisi ekonomi Venezuela yang sedang carut marut.
Pencalonan De la Espriella menjadi presiden Kolombia juga dikecam karena dirinya terkenal dekat dengan Israel dan Presiden AS, Donald Trump. Sebab, pada era Petro, hubungan Kolombia dengan Israel dan AS sangat berjarak. Ini karena Petro dan jajarannya mengecam agresi militer Israel di Gaza.
Meski menuai kecaman banyak pihak, De la Espriella akhirnya berhasil memenangi kontestasi pemilu pada 21 Juni. Ia mengalahkan seorang politisi kawakan sekaligus anggota senat Kolombia, Ivan Cepeda, dengan selisih suara kurang dari 1 persen. Hasil ini membuat De la Espriella jadi kandidat presiden yang menang dengan selisih suara tertipis dalam sejarah pemilu Kolombia. Hasil ini membuat De la Espriella berhasil menjadi orang nomor satu di negara tersebut.


















.jpg)
