Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pegang Bukti Penting, Saksi Kunci Korupsi E-KTP Meninggal di AS

Pegang Bukti Penting, Saksi Kunci Korupsi E-KTP Meninggal di AS
flickr.com
Share Article

Saksi kunci korupsi e-KTP, bernama Johannes Marliem, sudah dipersiapkan KPK sebagai saksi yang akan membongkar kasus korupsi e-KTP. Namun, dirinya dikabarkan meninggal di Amerika.

Penyebab kematian, hingga saat ini, masih diduga sebagai bunuh diri.

Kebenaran Meninggalnya Johannes Dikonfirmasi Juru Bicara KPK

tempo.co
tempo.co

Seperti dikutip dari Tempo.co, kabar meninggalnya Johannes dikonfirmasi oleh Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah.

"Benar, yang bersangkutan, Johannes Marliem, meninggal dunia, tapi kami belum dapat informasi yang lebih rinci, karena terjadinya di Amerika," kata Febri di Gedung KPK, pada 11 Agustus 2017.

Menurut Febri, kejadian ini akan diselidiki oleh aparat hukum di Negeri Paman Sam.

Johannes adalah Penyedia Produk AFIS

tempo.co
tempo.co

Berdasarkan laporan Tempo.co (11/08), Irman dan Sugiharto menjelaskan bahwa Johannes Marliem adalah penyedia produk automated finger print identification system (AFIS), merek L-1 untuk proyek e-KTP. Ia pun sempat dimintai keterangan oleh penyidik KPK pada Februari 2017 di Singapura dan pada Juli 2017 di Amerika Serikat.

Bukti yang di Pegang Johannes Merupakan Sebuah Rekaman Pembicaraan

twitter.com/johannesmarliem
twitter.com/johannesmarliem

Diketahui, Johannes adalah orang yang sedang memegang bukti kuat mengenai kasus korupsi e-KTP. Dari bukti yang dipegang itulah, ia menjadi harapan besar KPK dalam membongkar kasus megakorupsi yang telah merugikan negara.

Johannes mengantongi pembicaraan, berupa rekaman dari para perancang proyek e-KTP selama empat tahun. Meski kini Johannes Marliem telah meninggal, KPK telah memastikan, akan terus melanjutkan penyelidikan kasus korupsi e-KTP.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Yositho Kameo
EditorYositho Kameo

Related Articles

See More

Kisah Miris Lulusan S3 Melbourne, Jadi Dosen di Indonesia Digaji Rp2,3 Juta

25 Mei 2026, 14:09 WIBNews