Pegawai Toko Roti di Cengkareng Dibacok, Pelaku Ditangkap di Bogor

- Seorang pegawai toko roti di Cengkareng tewas setelah dibacok pelaku usai cekcok akibat insiden nyaris tabrakan motor di jalan.
- Polisi berhasil menangkap terduga pelaku berinisial RS di Kabupaten Bogor pada malam hari setelah melacak rekaman CCTV dan memeriksa saksi.
- Dalam penyelidikan, polisi mengamankan barang bukti seperti celurit, sepeda motor, helm, pakaian pelaku, serta rekaman CCTV untuk memperkuat proses hukum.
Jakarta, IDN Times - Seorang pegawai toko roti dibacok di Jalan Pedongkelan Belakang, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 13.40 WIB.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan, korban meninggal dunia setelah mengalami luka bacok pada bagian dada kiri.
“Korban mengalami luka pada bagian dada kiri. Setelah kejadian, pelaku melarikan diri,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/5/2026).
1. Pelaku dan korban diduga terlibat cekcok

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa bermula saat korban dan terduga pelaku terlibat cekcok di sekitar lokasi kejadian. Perselisihan itu diduga dipicu persoalan di jalan setelah sepeda motor pelaku nyaris menabrak motor korban.
“Cekcok tersebut kemudian berujung pada tindakan kekerasan. Terduga pelaku diduga membacok korban menggunakan senjata tajam jenis celurit hingga korban tersungkur di lokasi kejadian,” ujar Budi.
2. Pelaku ditangkap di Kabupaten Bogor

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi. Dari hasil penyelidikan itu, tim berhasil mengidentifikasi dan melacak keberadaan terduga pelaku.
“Pada hari yang sama sekitar pukul 22.00 WIB, terduga pelaku RS ditangkap di wilayah Kabupaten Bogor. Pelaku kemudian dibawa ke Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Budi.
3. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Mio warna putih biru, satu bilah celurit, helm, pakaian yang digunakan pelaku saat kejadian, serta rekaman CCTV di lokasi.
Saat ini, penyidik masih mendalami kasus tersebut, termasuk melengkapi administrasi penyidikan, memeriksa terduga pelaku, memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Proses hukum terhadap terduga pelaku akan dilakukan secara profesional dan proporsional,” ujar dia.


















