KemenHAM: Konflik Papua Jangan Terus Makan Korban Sipil

Jakarta, IDN Times - Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) meminta seluruh pihak segera menahan diri menyusul meningkatnya eskalasi konflik bersenjata di Papua. KemenHAM mengingatkan konflik yang berkepanjangan telah memicu jatuhnya korban warga sipil dan gelombang pengungsi.
Pernyataan itu disampaikan setelah muncul dugaan penembakan warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
"Siapa pun pihak agar menahan diri di tengah eskalasi konflik bersenjata yang terus meningkat. Apalagi, banyak jatuh korban warga sipil dan gelombang pengungsi yang terus terjadi," kaya Juru Bicara KemenHAM RI Thomas Harming Suwarta, dikutip Jumat (24/7/2026).
1. KemenHAM kecam dugaan penembakan warga sipil

Dia mengatakan KemenHAM memberi perhatian serius terhadap dugaan pembunuhan warga sipil yang diduga dilakukan TPNPB-OPM. Menurutnya, perlindungan hak hidup merupakan prinsip yang tidak boleh dilanggar.
"KemenHAM RI mengecam aksi penembakan terhadap warga sipil di Yahukimo sebagaimana video yang beredar luas. Tidak boleh ada pembunuhan di luar hukum terhadap warga sipil tak berdosa. Di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat di Papua belakangan ini, KemenHAM RI mendorong agar semua pihak menahan diri," katanya.
2. KemenHAM koordinasi kumpulkan informasi

Dia mengatakan KemenHAM telah berkoordinasi dengan Kantor Wilayah KemenHAM Papua Barat untuk memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa tersebut sekaligus mendorong deeskalasi agar tidak muncul korban sipil tambahan.
3. Penyelesaian harus utamakan HAM

KemenHAM menegaskan penyelesaian konflik Papua harus tetap mengedepankan penghormatan hak asasi manusia dan perlindungan warga sipil. Aparat keamanan saat ini masih menyelidiki identitas korban dan kronologi kejadian, sementara Komnas HAM juga telah menyampaikan keprihatinannya atas kembali menyasarnya warga sipil.


















